Kebun Melon SMKN1 Pandak, Ruang Belajar dan Tumbuhnya Harapan Akan Lahirnya Petani Muda Modern

Di tangan para pelajar tersebut, kebun sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang tumbuh bagi harapan lahirnya petani muda modern

Tayang:
Penulis: OSE | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
BELAJAR BERTANI: Siswa SMKN 1 Pandak di kebun buah melon sekolah, Kamis (7/5/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM - Basah sisa embun pagi masih terlihat di sela daun-daun melon yang merambat rapi di Greenhouse SMK Negeri 1 Pandak Bantul. Di antara ratusan tanaman Melon itu, beberapa siswa berseragam praktik tampak sibuk memeriksa selang irigasi, mengecek aliran nutrisi, hingga memastikan sirkulasi udara di kebun sekolah itu tetap stabil. 

Mereka mencatat kondisi tanaman, merawat dan memastikan pertumbuhannya positif. Di tangan para pelajar tersebut, kebun sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang tumbuh bagi harapan lahirnya petani muda modern.

Kebun pembelajaran

Kebun itu berada di lahan seluas 400 meter persegi. Ratusan pohon melon impor asal China dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik greenhouse. Kebun tersebut sengaja dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran pertanian modern sekaligus upaya regenerasi petani muda di Kabupaten Bantul.

Guru pendamping pertanian SMKN 1 Pandak, Shodik Manunggal, mengatakan sekitar 20 siswa kelas X dan XI dilibatkan langsung dalam pengelolaan kebun melon. Mereka menjalani piket bergiliran setiap hari untuk memastikan kondisi tanaman tetap optimal.

“Kami melibatkan sekitar 20 siswa dari kelas X dan XI untuk mengelola budidaya melon dengan sistem greenhouse. Nanti, yang menjaga ini pakai sistem bergiliran. Ada tiga sampai empat siswa yang piket harian untuk cek nutrisi, sirkulasi udara, dan irigasi,” ujarnya kepada wartawan di SMKN 1 Pandak, Kamis (7/5/2026).

Inspirasi pengembangan melon hidroponik tersebut bermula dari kunjungan ke salah satu tempat wisata budidaya melon. Dari sana, sekolah mencoba mengembangkan pertanian melon premium dengan memanfaatkan bibit impor dari China dan dukungan pembangunan greenhouse sebagai sarana belajar siswa jurusan pertanian.

Jadi bekal para siswa

Menurut Shodik, konsep pertanian modern menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu bertani lebih efektif dengan bantuan teknologi.

Sistem otomatis yang digunakan membuat pekerjaan lebih ringan sekaligus menekan biaya operasional.

Budidaya melon itu telah dimulai sejak pertengahan 2024. Setelah melalui tahap uji coba pertama, kini kebun melon SMKN 1 Pandak memasuki masa tanam kedelapan.

Panen berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 15–21 Mei mendatang.

Saat ini terdapat sekitar 900 tanaman melon jenis sweet hami dan golden kirin yang tumbuh di dalam greenhouse.

Sebagai catatan, Melon Sweet Hami merupakan varietas melon premium yang bentuknya lonjong, dengan kulit hijau kekuningan, daging buah berwarna oranye terang. Melon ini disebut juga Chinese Hami Melon.

Sedangkan Melon Golden Kirin merupakan varietas melon premium jenis F1 atau hibrida. Kulitnya berwarna kuning keemasan, bentuk lonjong. Seperti di kebun SMKN 1 Pandak, memang melon ini kerap dibudidayakan dengan hidroponik.

Satu ton per panen

Di SMKN 1 Pandak, kebun melon itu dalam sekali panen menghasilkan satu ton atau sekitar 800 buah melon premium. Hasil panen tersebut tidak hanya dijual langsung di lokasi, tetapi juga dikirim ke sejumlah daerah seperti Jakarta dan Nusa Tenggara Barat.

Shodik menjelaskan, kualitas rasa melon justru semakin baik setelah buah dipetik dan diperam selama tiga hari. Menurutnya, kadar manis melon akan meningkat sebelum akhirnya menurun setelah penyimpanan terlalu lama.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved