Terdeteksi Sejak Agustus Lalu, Sudah Ada 62 Kasus Superflu di Indonesia

Kementrian Kesehatan mendeteksi ada 62 kasus virus influenza tipe A H3N2 subclade K atau sering disebut 'superflu' di 8 provinsi di Indonesia

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
PEXELS/polina tankilevitch
Ilustrasi foto seseorang sedang sakit flu 

Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi influenza bahkan dapat memicu komplikasi serius yang berdampak pada organ vital tubuh.

Kebiasaan menyepelekan flu ini karena banyak masyarakat Indonesia yang kerap menyamakan penyakit ini dengan selesma atau common cold.

Meski sering dianggap sama, flu dan selesma sebenarnya merupakan dua penyakit yang berbeda dari infeksi dua virus berbeda pula.

Apa beda flu dengan selesma?

Secara medis, flu dan selesma adalah kondisi yang berbeda, baik dari segi penyebab maupun tingkat keparahannya.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI Dr. dr. Nastiti Kaswandani menjelaskan flu merupakan penyakit saluran napas akut yang disebabkan oleh virus influenza.

Varian influenza sangat beragam. Salah satunya adalah penyakit yang sekarang tengan menjadi buah bibir, yakni superflu atau infeksi virus influenza tipe A H3N2 subclade K.

"Masyarakat sering menggunakan istilah flu dengan tidak tepat. Misalnya orang sedang demam, batuk, dan pilek, kemudian ditanya 'lagi kenapa?' jawabannya 'lagi flu'," jelas Nastiti dalam Media Briefing IDAI bertajuk Mengenali dan Mewaspadai Superflu via Zoom Cloud Meetings, Senin (29/12/2025).

"Padahal flu itu harus spesifik yang penyebabnya influenza," tegasnya.Kalau gejalanya ringan dan membaik setelah istirahat, lanjut Nastiti, kemungkinan besar itu selesma atau common cold.

"Berbeda dengan flu yang bisa berbahaya dan bisa mematikan. Gejalanya bisa ringan sampai berat," lanjut Nastiti.

Baca juga: Faktor Pemicu Curah Hujan Tinggi di Yogyakarta Januari hingga Maret 2026

Cara membedakan gejala flu dan selesma

Nastiti kembali menegaskan pentingnya memahami perbedaan antara influenza dan selesma.

Pemahaman ini diperlukan agar masyarakat tidak menyepelekan gejala awal yang sebenarnya mengarah pada infeksi influenza.

Berikut ciri-ciri orang yang sedang terpapar virus influenza:

  • Demam tinggi secara tiba-tiba bahkan bisa dikatakan sering. Biasanya kondisi ini berakhir dalam waktu 3-4 hari.
  • Sakit kepala yang muncul dalam intensitas cukup sering.
  • Nyeri dan pegal yang cukup hebat di seluruh tubuh.
  • Tubuh melemah dari sedang sampai berat. Kondisi ini berpotensi berlanjut hingga satu bulan.
  • Sering terbaring di tempat tidur, bisa sampai 5-10 hari.
  • Gejala tambahan kadang menyertai seperti pilek, bersin-bersin, hingga sakit tenggorokan.

Risiko komplikasi kerap terjadi seperti pneumonia, gagal ginjal, gagal hati, hingga dapat mengancam nyawa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved