Puasa Ramadan Bantu Jaga Lambung Tetap Sehat, Ini Penjelasan Dokter

Ia menyampaikan bahwa puasa Ramadan memberikan manfaat nyata bagi sistem pencernaan, terutama lambung. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
pixabay
Foto ilustrasi kesehatan lambung 

TRIBUNJOGJA.COM - Puasa Ramadan tidak hanya membawa dampak positif dari sisi spiritual, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan, termasuk kesehatan lambung

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, puasa yang dijalankan dengan pola yang benar dapat membantu memelihara kesehatan lambung.

Manfaat nyata

Dalam keterangannya yang dikutip dari akun Instagram resminya, Rabu (18/2/2026), ia menyampaikan bahwa puasa Ramadan memberikan manfaat nyata bagi sistem pencernaan, terutama lambung

Ia menegaskan bahwa pengaturan makan yang baik selama Ramadan berperan penting dalam mencegah keluhan lambung, laporan kompas.com dikutip Tribun Jogja.

Menurutnya, salah satu faktor utama yang sering memicu gangguan lambung adalah pola makan yang tidak teratur. Banyak orang menunda makan dalam waktu lama, kemudian mengonsumsi makanan secara berlebihan pada waktu berikutnya. 

Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti nyeri pada ulu hati, perut terasa penuh atau kembung, hingga kambuhnya maag. 

Ia menekankan bahwa sebagian besar kekambuhan sakit lambung berkaitan erat dengan jadwal makan yang tidak konsisten.

Pola Makan Lebih Teratur Selama Ramadan

Selama bulan Ramadan, waktu makan menjadi lebih terstruktur karena hanya dilakukan saat sahur dan berbuka. Pola yang konsisten ini membantu lambung menyesuaikan diri sehingga kerjanya menjadi lebih stabil.

Selain itu, adanya jeda waktu tanpa asupan makanan memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat.

Meski demikian, ia mengingatkan agar tidak langsung menyantap makanan dalam porsi besar ketika berbuka. Konsumsi berlebihan dalam waktu singkat justru dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu ketidaknyamanan pada perut.

Mengurangi Kebiasaan Ngemil dan Merokok

Gangguan lambung juga kerap dipicu oleh kebiasaan mengonsumsi camilan yang kurang sehat. Makanan yang tinggi lemak, terlalu pedas, atau asam dapat mengiritasi dinding lambung

Saat menjalankan puasa, frekuensi ngemil otomatis berkurang karena tidak ada asupan di luar waktu sahur dan berbuka. Kondisi ini memberi waktu bagi organ pencernaan untuk beristirahat dari rangsangan makanan yang berlebihan.

Puasa juga berdampak pada berkurangnya konsumsi rokok. Kandungan dalam rokok diketahui dapat melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga meningkatkan risiko refluks asam.

Dengan lebih jarang merokok selama Ramadan, potensi iritasi dan gangguan asam lambung pun dapat ditekan.

Peran Kondisi Psikologis terhadap Lambung

Selain faktor pola makan dan kebiasaan hidup, kondisi emosional juga memengaruhi kesehatan lambung. Stres, kecemasan, maupun perasaan gelisah dapat memperparah keluhan lambung karena dapat merangsang peningkatan produksi asam serta mengganggu pergerakan saluran cerna.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved