Uang Kartal di DIY Terserap Rp4,71 Triliun Selama Ramadan dan Idulfitri 2026

Serambi 2026 merupakan upaya Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang layak edar selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
UANG BARU - Warga Yogyakarta mengantre untuk menukarkan uang baru melalui layanan kas keliling Bank Indonesia di Masjid Syuhada, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Senin (23/2/2026). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Realisasi uang kartal melalui Semarak Rupiah Ramadan Dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026 mencapai Rp4,71 triliun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo mengatakan Serambi 2026 merupakan upaya Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang layak edar selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Tahun ini, pihaknya menyediakan Rp4,99 triliun. Artinya realisasi uang kartal yang keluar dari BI DIY sebesar 94,39 persen.

"Ada peningkatan sebesar 2,4 persen dari realisasi outflow Ramadan dan Idulfitri 2025, yang tercatat sebesar Rp4,6 triliun," katanya, Jumat (27/3/2026).

Ia menerangkan peningkatan ini terjadi karena terjaganya aktivitas ekonomi dan likuiditas masyarakat.

Selain itu juga didukung oleh peningkatan kebutuhan uang kartal dan libur panjang, serta pemenuhan kebutuhan ATM selama periode Ramadan dan Idulfitri. 

Baca juga: Dosen UGM Mewanti-wanti Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Stabilitas Harga Pangan

Pihaknya juga memberikan kemudahan akses terhadap uang kartal melalui Serambi yang dilaksanakan pada 23 Februari hingga 12 Maret 2026.

"Total kuota sebanyak 15.000 paket, disalurkan di lokasi-lokasi strategis seperti masjid, kantor Bank umum, dan lokasi penukaran uang terpadu," terangnya.

Pihaknya pun berkomitmen untuk selalu menjaga ketersediaan uang Rupiah yang cukup, berkualitas, dan tepat waktu.

Di sisi  lain, ia juga terus mendorong efisiensi sistem pembayaran melalui penguatan transaksi nontunai.

"Sinergi antara pemenuhan kebutuhan uang kartal, layanan kas, serta digitalisasi sistem pembayaran diharapkan dapat mendukung stabilitas dan kelancaran aktivitas ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved