Dosen UGM Mewanti-wanti Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Stabilitas Harga Pangan

Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor bahan pangan otomatis meningkat dan berdampak pada harga di tingkat konsumen

Tayang:
dok.istimewa
ILUSTRASI - Kurs Rupiah terhadap Dollar AS 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dosen Sosial Ekonomi Pertanian UGM, Dr Hani Perwitasari, S.P., M.Sc., menyebut pelemahan nilai tukar rupiah dapat berdampak pada stabilitas harga pangan.

Terlebih Indonesia bergantung pada impor sejumlah komoditas seperti kedelai, gandum, dan bawang putih.

Ketika nilai tukar melemah, biaya impor bahan pangan otomatis meningkat.

Input produksi juga berpotensi meningkat, sehingga berdampak pada harga di tingkat konsumen.

Menurut dia, besarnya pengaruh sangat bergantung pada jenis komoditas. Ketersediaan pasokan juga memainkan peran penting. 

"Komoditas dengan pasokan yang cukup cenderung lebih stabil meskipun terjadi tekanan kurs. Sebaliknya, keterbatasan pasokan dapat memperbesar potensi kenaikan harga di tingkat konsumen," katanya, Jumat (27/3/2026)

 “Untuk fluktuasi nilai tukar ini akan berpengaruh terhadap stabilitas harga pangan, bervariasi bisa dari 2 sampai 8 persen tergantung jenis makanannya,” sambungnya.

Ketergantungan Impor

Hani menilai produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan, impor menjadi pilihan untuk menjaga pasokan.

Ketergantungan impor membuat sistem pangan lebih rentan terhadap gejolak eksternal, termasuk fluktuasi nilai tukar.

"Semakin tinggi impornya, maka ini akan sangat rentan terhadap gejolak kurs yang ada,” terangnya.

Ada beberapa komoditas yang paling rentan terhadap perubahan kurs, seperti telur dan susu.

Kedua komoditas tersebut sulit disubstitusi.

Baca juga: Sri Sultan HB X Tekankan Konservasi Sebagai Fondasi Utama Pertambangan di DIY

Pengendalian Harga

Dalam jangka pendek, langkah pengendalian harga menjadi penting untuk meredam dampak pelemahan rupiah.

Pemerintah perlu memastikan ketersediaan data yang akurat terkait produksi dan kebutuhan pangan nasional. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved