Musim Hujan
Faktor Pemicu Curah Hujan Tinggi di Yogyakarta Januari hingga Maret 2026
Awal Januari 2026 menandai masuknya sebagian besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke dalam puncak musim hujan.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:
- BMKG Yogyakarta imbau warga DIY waspada bencana hidrometeorologi di puncak musim huja
- Curah hujan Januari–Maret 2026 diprediksi tinggi, mencapai 201–500 mm per bulan.
- Faktor Monsun Asia, La Nina lemah, dan MJO aktif meningkatkan potensi hujan lebat.
Yogyakarta Tribunjogja.com --- Awal Januari 2026 menandai masuknya sebagian besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke dalam puncak musim hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta melalui Kepala Stasiun Klimatologi, Reni Kraningtyas, menyampaikan imbauan agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Menurut Reni, curah hujan di DIY pada Januari 2026 diprediksi mencapai 201 hingga lebih dari 500 milimeter per bulan, dengan kategori menengah hingga sangat tinggi.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, dan angin kencang di sejumlah wilayah rawan.
Prediksi Curah Hujan Januari–Maret 2026
BMKG merinci prakiraan curah hujan di DIY selama tiga bulan pertama tahun 2026:
1. Januari 2026:
201–500 mm/bulan, kategori menengah–sangat tinggi, sifat hujan normal–atas normal.
2. Februari 2026:
201–500 mm/bulan, kategori menengah–tinggi, sifat hujan normal.
3. Maret 2026:
201–400 mm/bulan, kategori menengah–tinggi, sifat hujan bawah normal–normal.
Data ini menunjukkan bahwa intensitas hujan masih cukup tinggi hingga Maret, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada.
Faktor Meteorologi yang Berpengaruh
BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer dan laut turut memengaruhi intensitas hujan di DIY:
* Monsun Asia mulai aktif di wilayah Indonesia, termasuk DIY, sehingga meningkatkan curah hujan.
Monsun Asia adalah angin musiman yang bertiup dari daratan Asia menuju wilayah tropis, membawa massa udara basah.
* ENSO (El Nino Southern Oscillation) berada dalam kondisi La Nina lemah dan diprediksi bertahan hingga awal 2026.
| Tepis Stigma Negatif, Ini Instruksi Pemuda Pancasila DIY bagi Kader di Kursi Kepala Daerah |
|
|---|
| PSS Sleman Rebut Puncak Klasemen Grup Timur Setelah Tekuk Persiku 2-1 |
|
|---|
| Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Temukan Korban Laka Laut Parangtritis Dalam Keadaan Meninggal Dunia |
|
|---|
| Injai Bawa PSS Sleman Unggul di Babak Pertama, Persiku Tertekan di Maguwoharjo |
|
|---|
| Akademisi Dilaporkan, Pakar Hukum Tata Negara UIN Sunan Kalijaga: Alarm Kemunduran Demokrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Monsun-Asia-Aktif-Curah-Hujan-di-Yogyakarta-JanuariMaret-2026-Tinggi.jpg)