Satu Balita di DIY Terpapar Superflu

Influenza A H3N2 salah satu tipe virus flu musiman yang sering menyebabkan wabah dan cenderung berdampak berat, terutama pada lansia dan anak-anak.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
PEXELS/cedric-fauntleroy
Ilustrasi superflu 

Ringkasan Berita:
  • Seorang balita di DIY terpapar Influenza A H3N2 subclade K (super flu), sempat dirawat di RS rujukan Sleman dan kini telah sembuh serta pulang ke rumah.
  • Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan jauh; awalnya mengalami pneumonia dan demam, lalu terdeteksi saat menjalani perawatan inap.
  • Dinkes DIY dan Kemenkes mengimbau masyarakat menerapkan PHBS, memakai masker saat sakit, dan segera ke fasilitas kesehatan bila gejala memburuk.

 

 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seorang balita di DIY terpapar Influenza A H3N2 atau super flu.

Pasien yang terpapar super flu ini sempat dirawat di salah satu rumah sakit.

Saat ini, kondisi pasien sudah dinyatakan sembuh dan sudah pulang ke rumah.

Influenza A H3N2 salah satu tipe virus flu musiman yang sering menyebabkan wabah dan cenderung berdampak berat, terutama pada lansia dan anak-anak.

Subclade K adalah penanda genetik untuk membedakan mutasi terbaru dari H3N2. 

Artinya, virus ini mengalami perubahan struktur gen yang bisa memengaruhi penularan dan respons imun.

Virus ini menular lewat percikan batuk/bersin, sehingga pencegahan utamanya adalah vaksin flu, menjaga kebersihan tangan, memakai masker saat sakit, dan istirahat cukup.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Dinkes DIY Ari Kurniawati membenarkan adanya seorang balita yang terpapar super flu ini.

 “Kemarin kasus ini terjadi di banyak negara termasuk di Indonesia, terdeteksi disebutkan ada di beberapa provinsi salah satunya di DIY ada satu kasus,” ujar Ari, Selasa (6/1/2026).

Ari menyebut, terdeteksinya pasien yang terpapar super flu ini saat yang bersangkutan menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit yang ada di Sleman.

Setelah terdeteksi, tim medis langsung melakukan penanganan hingga akhirnya pasien dinyatakan sembuh.

“Penemuan saat rawat inap di rumah sakit rujukan di Sleman. Kasus itu dia sudah pulang membaik sudah pulang domisilinya kota (Yogyakarta),” kata dia.

Baca juga: Terdeteksi Sejak Agustus Lalu, Sudah Ada 62 Kasus Superflu di Indonesia

Tidak Pernah Melakukan Perjalanan Jauh

Berdasarkan hasil penelusuran, kata Ari, pasien yang terpapar super flu ini tidak pernah melakukan perjalanan jauh sehingga penyebab atau lokasi tertular super flu masih belum diketahui secara detail.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved