Terdeteksi Sejak Agustus Lalu, Sudah Ada 62 Kasus Superflu di Indonesia

Kementrian Kesehatan mendeteksi ada 62 kasus virus influenza tipe A H3N2 subclade K atau sering disebut 'superflu' di 8 provinsi di Indonesia

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
PEXELS/polina tankilevitch
Ilustrasi foto seseorang sedang sakit flu 

Ringkasan Berita:
  • Kasus Superflu sudah terdeteksi masuk ke Indonesia sejak Agustus 2025 lalu
  • Saat ini sudah ada 62 kasus superflu
  • Pemerintah minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan

 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kementrian Kesehatan mendeteksi ada 62 kasus virus influenza tipe A H3N2 subclade K atau sering disebut 'superflu' di 8 provinsi di Indonesia.

Tiga provinsi dengan kasus terbanyak yakni Jatim, Jabar dan Kalsel.

Penyakit yang ditularkan virus ini sebagian besar menyerang kaum perempuan dan anak-anak.

Influenza A H3N2 salah satu tipe virus flu musiman yang sering menyebabkan wabah dan cenderung berdampak berat, terutama pada lansia dan anak-anak.

Subclade K adalah penanda genetik untuk membedakan mutasi terbaru dari H3N2. 

Artinya, virus ini mengalami perubahan struktur gen yang bisa memengaruhi penularan dan respons imun.

Virus ini menular lewat percikan batuk/bersin, sehingga pencegahan utamanya adalah vaksin flu, menjaga kebersihan tangan, memakai masker saat sakit, dan istirahat cukup.

Pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaksanakan pola hidup sehat.

Dikutip dari Kompas.com, Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, pada Kamis (1/1/2026) mengatakan kasus superflu di Indonesia sudah terdeteksi sejak Agustus lalu.

Total kasus yang terdeteksi hingga Desember ini sudah ada 62 kasus.

Jumlah itu merupakan kasus superflu yang terdeteksi melalui pemeriksaan whole genome sequencing (WGS). 

“Hingga 25 Desember 2025, subclade K telah terdeteksi sejak Agustus melalui pemeriksaan WGS,” ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, Kamis (1/1/2026).

Bisa Menimbulkan Gejala Berat

Pemerintah pun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sebab, penyakit ini berpotensi menimbulkan gejala berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit penyerta.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved