Ketua BEM UGM Diteror

Amnesty Internasional: Teror ke Ketua BEM UGM Bukan Kriminalitas Biasa

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, buka suara terkait teror yang menyasar Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Instagram Usman Hamid
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid. 

“Apalagi korban pun mengalami ancaman teror setelah terlibat aksi protes menolak Revisi UU TNI Maret tahun lalu. Ini jadinya kasus yang berulang. Saya melihat ini bukan kriminalitas biasa, tapi sudah menjadi teror sistematis untuk membungkam korban agar mengalami efek gentar (chilling effect),” katanya.

Tidak hanya Tiyo

Ia menambahkan, teror terhadap aktivis mahasiswa tidak hanya terjadi di UGM. 

Ia menyinggung kasus serupa yang menimpa Ketua dan Wakil Ketua BEM UI pada Januari lalu, serta teror terhadap aktivis Greenpeace dan kreator konten pada akhir Desember.

“Dengan adanya serangan teror atas para aktivis mahasiswa UGM dan juga di UI bulan lalu, dan mungkin pula menimpa mahasiswa dan para aktivis di tempat lain, saya melihat adanya upaya sistematis untuk melemahkan gerakan mahasiswa sebagai kekuatan yang kritis terhadap jalannya pemerintahan,” ujarnya.

Menurutnya, kampus seharusnya menjadi ruang aman bagi kebebasan berpendapat, bukan justru diliputi ketakutan.

“Kampus yang semestinya menjadi benteng kebebasan berpendapat malah kini dihinggapi atmosfer teror untuk menciptakan ketakutan bersuara kritis. Pola ini jangan dibiarkan,” tegasnya.

Lapor ke LPSK sudah tepat

Usman menilai langkah Tiyo melapor ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sudah tepat dan harus segera ditindaklanjuti.

“Langkah Tiyo melapor ke LPSK sudah tepat dan harus segera direspons dengan perlindungan maksimal dari LPSK maupun pihak UGM,” ujarnya.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas seluruh kasus teror yang menyasar aktivis.

“Kepolisian juga wajib mengusut tuntas pelaku teror ini, begitu juga atas teror terhadap Ketua dan Wakil Ketua BEM UI Januari lalu, serta teror terhadap aktivis Greenpeace dan para kreator konten akhir Desember lalu. Negara tidak boleh membiarkan impunitas merajalela atas upaya-upaya pembungkaman ini,” harapnya.

Ibunda Tiyo turut diteror

Tidak hanya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, Tiyo Ardianto yang mendapat teror, ibunda Tiyo juga diduga turut diintimidasi.

Orang tidak dikenal itu juga disebut telah mengirimkan pesan lewat WhatsApp (WA) pada 14 Februari 2026 ibunda Tiyo, 

Inti dari pesan tersebut menyebutkan bahwa Tiyo dituduh hobi menggelapkan dana kampus agar dapat setoran.

Teror terhadap Tiyo muncul setelah ia mengirimkan surat terbuka kepada Nations Children's Fund (UNICEF) pada 6 Februari 2026 lalu.

Surat terbuka kepada UNICEF itu merupakan respons BEM UGM atas tragedi seorang siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia karena bunuh diri.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved