Wamentrans Sebut Transmigrasi Kini Jadi Strategi Pembangunan Nasional
Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, menegaskan program transmigrasi bukan sekadar pemindahan penduduk,
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, menegaskan program transmigrasi bukan sekadar pemindahan penduduk, tetapi telah menjadi strategi pembangunan nasional yang sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Viva Yoga usai mengikuti kegiatan Transmigrasi Jogja Run 2025 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (25/10/2025) pagi.
Menurutnya, Kementerian Transmigrasi memiliki empat arah kebijakan utama sesuai dengan visi Presiden Prabowo, yaitu menjaga keutuhan NKRI, mengentaskan kemiskinan, mendukung swasembada pangan, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Baca juga: Wamentrans Buka Transmigrasi Jogja Run 2025, Sosialisasikan Paradigma Baru Kementrans
"Yang pertama, kita ingin agar transmigrasi tetap menjadi alat untuk menjaga NKRI dengan perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain. Dengan perbedaan suku, adat, dan budaya yang bisa bersatu, masyarakat transmigran dan masyarakat lokal akan menjadi masyarakat Indonesia yang terintegrasi secara nasional," ujar Viva Yoga.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa transmigrasi juga menjadi bagian penting dalam reforma agraria.
"Yang kedua, untuk mengentaskan kemiskinan dengan memberikan lahan 1 hingga 2 hektare kepada masyarakat transmigran. Itu tanggung jawab negara dalam melakukan reforma agraria, agar masyarakat bisa mengolah tanah, memiliki pekerjaan, dan hidup lebih sejahtera," paparnya.
Selain itu, program transmigrasi juga berkontribusi pada pembangunan swasembada pangan nasional. Sebab, banyak kawasan transmigrasi yang menjadi sentra produksi pangan, terutama beras.
"Kita harapkan program transmigrasi dapat membantu membangun swasembada pangan," tambahnya.
Kebijakan berikutnya adalah menjadikan transmigrasi sebagai penggerak ekonomi baru di daerah terpencil. Dengan adanya aktivitas masyarakat transmigran, daerah-daerah yang sebelumnya sepi bisa tumbuh menjadi pusat ekonomi dan budaya baru.
"Dengan aktivitas manusia akan muncul gerakan kebudayaan dan ekonomi. Daerah yang sunyi bisa bangkit dan berkembang pesat," katanya.
Ia menambahkan, hingga kini program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, dan 3 provinsi baru, yakni Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan.
"Semua ini merupakan bagian dari turunan program Asta Cita Presiden melalui kebijakan Kementerian Transmigrasi," jelasnya.
Viva Yoga menutup dengan harapan agar transmigrasi tidak lagi dipandang sebagai program semata, melainkan sebagai strategi besar dalam pembangunan nasional yang memperkuat persatuan, meningkatkan kesejahteraan, dan mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. (mur)
| Teror Api Hari Ke-13 di Rumah Warga Seyegan Sleman, Sudah 99 Titik Terbakar |
|
|---|
| Perlu Mitigasi Sosial untuk Tangani Fenomena Api di Seyegan Sleman |
|
|---|
| Fenomena Teror Api Seyegan: Tim UGM, BPPTKG, UPN, dan BRIN Ungkap Akumulasi Gas |
|
|---|
| Satgas PPA Dampingi Keluarga Bocah Korban Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan |
|
|---|
| Teror Api di Rumah Warga Seyegan, Korban Ungkap Kerugian yang Harus Ditanggung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Wamentrans-Sebut-Transmigrasi-Kini-Jadi-Strategi-Pembangunan-Nasional.jpg)