Misteri Api di Rumah Warga Sleman
Perlu Mitigasi Sosial untuk Tangani Fenomena Api di Seyegan Sleman
Pemulihan kelayakan tempat tinggal dan pendampingan ekonomi perlu diprioritaskan dalam penanganan fenomena teror api di Seyegan.
Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Untuk langkah penanganan teror api di Seyegan, mitigasi Guru Besar dan Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) di UPN "Veteran" Yogyakarta, Basuki Rahmat menekankan pentingnya jaminan aspek sosial, kelayakan hidup, dan perbaikan infrastruktur hunian.
Hal itu perlu dilakukan bagi keluarga Agus Yani yang telah mengungsi selama 13 hari akibat teror api tersebut.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk segera memberikan bantuan yang berfokus pada perbaikan sirkulasi udara rumah agar ruangan tetap kering dan terhindar dari kelembapan pemicu gas berbahaya.
Selain memprioritaskan pemulihan kelayakan tempat tinggal dan sterilisasi bangunan, Basuki juga mendorong adanya pendampingan ekonomi agar usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi keluarga korban tetap dapat berjalan selama masa pengungsian.
"Mohon maaf, nanti bantuan semoga bisa diberikan. Tapi saya yakin pemerintah daerah sudah memikirkan itu," ujarnya, dalam pertemuan di Kantor Kapanewon Seyegan, Kamis (4/6/2026) sore.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sleman, Makwan menyatakan komitmen untuk bisa segera melaksanakan rekomendasi teknis dari para ahli untuk mengatasi teror api di Seyegan.
Baca juga: Fenomena Teror Api Seyegan: Tim UGM, BPPTKG, UPN, dan BRIN Ungkap Akumulasi Gas
Langkah ini diambil sebagai wujud respons cepat pemerintah dalam memberikan kepastian keselamatan bagi keluarga terdampak.
Ia meminta agar Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan kawasan permukiman (DPUPKP) Sleman untuk melakukan edukasi terhadap struktur bangunan yang lebih sehat dan aman di lokasi kejadian.
Selain itu, rekomendasi pengosongan barang yang mudah terbakar dari dalam rumah Agusyani akan segera dilakukan.
Untuk memaksimalkan penanganan teknis, pihaknya juga mengharapkan dukungan stimulan dari Dinas PUP ESDM Pemda DIY.
Sedangkan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru selama proses penelitian yang masih berlangsung, personel relawan kebencanaan disiagakan untuk memperkuat pengamanan di area rumah korban.
"Artinya mbak Via (keluarga korban) tidak sendirian. Setiap permasalahan selalu ada solusi. Mudah-mudahan. Kami berharap sumbangsih semua pakar peneliti. Relawan juga kami minta untuk penguatan kesiapsiagaan di rumah korban," ujar Makwan. (rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Teror-Api-Muncul-Lagi-Bakar-Tumpukan-Kayu-Keluarga-di-Seyegan-Terus-Berjaga.jpg)