Didominasi Tenaga Pendidik, 237 PNS Pemda DIY Resmi Memasuki Masa Purna Tugas
Masa bakti di lingkup birokrasi mungkin memiliki batas waktu, namun pengabdian kepada masyarakat adalah panggilan sepanjang hayat.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Momen haru sekaligus penuh rasa syukur mewarnai penyerahan SK Pensiun yang dipimpin langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Senin (15/6/2026).
- Pesan filosofis mengiringi langkah 237 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) yang resmi menerima Surat Keputusan (SK) purna tugas untuk periode Juli-Desember 2026.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Masa bakti di lingkup birokrasi mungkin memiliki batas waktu, namun pengabdian kepada masyarakat adalah panggilan sepanjang hayat.
Pesan filosofis ini mengiringi langkah 237 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) yang resmi menerima Surat Keputusan (SK) purna tugas untuk periode Juli-Desember 2026.
Suasana haru sekaligus penuh rasa syukur mewarnai penyerahan SK Pensiun yang dipimpin langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Senin (15/6/2026).
Dalam momen perpisahan birokrasi tersebut, Sri Sultan menyisipkan pandangan mendalam mengenai siklus kehidupan abdi negara dalam balutan budaya Jawa.
"Mengapa saya ucapkan ‘selamat’? Karena di balik itu, akan menjadi berkah’, ada awal, tentu ada akhir. Budaya Jawa mengisyaratkan ‘lir gumanti’ (silih berganti), sebuah perubahan pelan tapi pasti. Disebut pula sebagai proses ‘purwa-madya-wasana’, periode bayangan waktu, yang mau tidak mau harus kita jalani dengan penuh rasa syukur,” ungkap Sri Sultan dalam sambutannya.
Gubernur DIY menegaskan bahwa perpisahan ini hanyalah batas administratif kepemerintahan, bukan akhir dari kiprah kehidupan bermasyarakat.
Kepada para abdi negara yang sebagian telah mengabdi lebih dari empat dekade, Sri Sultan menyampaikan apresiasi tertinggi atas loyalitas dan pengorbanan waktu yang kerap harus menomorduakan keluarga demi tanggung jawab publik.
"Segalanya yang telah Saudara-Saudara baktikan, yang kadang meninggalkan keluarga sebagai bentuk tanggung jawab jabatan, dapat menjadi bekal hidup di masyarakat, dan cermin keteladanan bagi ASN yang masih aktif. Dengan harapan, segala pengabdian ini tidak akan berakhir setelah masa pensiun tiba, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk pengabdian masyarakat,” imbuh Sri Sultan.
Bagi Sri Sultan, setiap pergantian adalah hukum alam. Namun, jejak nama baik, prestasi, dan dedikasi adalah warisan yang harus diteruskan oleh generasi ASN berikutnya.
“Saya berharap, semoga segala bentuk pengabdian itu, dapat menjadi kenangan indah di hari tua yang penuh dengan kebahagiaan dan ketenteraman hidup di tengah keluarga,” tuturnya.
Didominasi Tenaga Pendidik
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY, Hary Setiawan, merinci bahwa ratusan PNS yang memasuki masa purna tugas ini berasal dari puluhan instansi yang berbeda. Rentang masa pengabdian mereka pun sangat beragam, dengan rekor masa kerja terlama mencapai 40 tahun 7 bulan, dan yang paling singkat 12 tahun 3 bulan.
"Jumlah PNS yang menerima SK Pensiun kali ini sebanyak 237 orang, berasal dari 28 instansi di lingkungan Pemda DIY. Dengan rincian, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau eselon 2 sebaanyak 2 orang yakni Ibu Srie Nurkyatsiwi selaku Asisten Bidang Administrasi Umum Setda DIY dan Ibu Yuna Pancawati selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY,” papar Hary.
Lebih lanjut, Hary menjelaskan komposisi penerima SK tersebut meliputi 19 orang dari pejabat eselon 3 dan eselon 4. Sementara itu, kelompok terbesar berasal dari pejabat fungsional dan pelaksana yang berjumlah 216 orang, di mana 138 orang di antaranya merupakan pahlawan tanpa tanda jasa atau guru.
Untuk memastikan masa pensiun tetap dijalani secara produktif, Pemda DIY telah membekali para calon purnakarya ini dengan program khusus.
| Pemda DIY Tiadakan Rekrutmen CPNS Tahun 2026, Ini Alasannya |
|
|---|
| Sri Sultan HB X: Demonstrasi Hak Warga, Jangan Merugikan Publik |
|
|---|
| Sri Sultan HB X Bicara Soal Kenaikan Harga BBM: Jangan Hidup Boros |
|
|---|
| Ratusan ASN Pemkot Yogyakarta Gotong Royong Bareng Warga 'Ngepel Malioboro' |
|
|---|
| Antisipasi Efek Kenaikan Harga Pertamax, Pemda DIY Fokus Mitigasi Daya Beli Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gubernur-DIY-Sri-Sultan-HB-X-berfoto-bersama-PNS-calon-purna-tugas-Pemda-DIY.jpg)