Wawancara Eksklusif: Kupas Tuntas ‘Bantul Bumi Satriya’ Bersama Kang Halim
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, bicara sisi budaya, penyangga lingkungan hidup, kesenian, potensi kebencanaan, hingga potensi ekspor Bantul
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
Pasalnya, dari tiga wilayah tersebut hanya Bantul yang memiliki IPAL.
Kota Seni
Menurutnya, tidak ada daerah yang memiliki jenjang pendidikan seni selengkap Kabupaten Bantul.
Bantul memiliki tiga sekolah menengah seni berupa seni karawitan, pedalangan, tari, kriya, hingga musik klasik.
Selain itu, terdapat seorang musisi muda yang menyabet juara empat dalam ajang America's Got Talent tahun 2023 yakni Putri Ariani.
Di samping itu, setidaknya ada sekitar 61 kampus yang berdiri di Bumi Projotamansari.
Status kampus tersebut bermacam-macam mulai dari universitas, sekolah tinggi, institut, hingga akademi.
Jumlah itu dinilai terbanyak di DIY, sehingga sudah sepatutnya digadang-gadang Bantul Kota Pelajar.
"Tidak hanya banyak kampus saja, tetapi sekolah seni. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pun sudah paling lengkap. Saya kira tidak ada daerah selengkap Bantul di dalam memberikan pelajaran seni. Di atas SMK ada akademi seni komunitas di Jalan Parangtritis, di atasnya lagi ada Institut Seni Indonesia (ISI). Itu sekolah seni paling lengkap," ujar Kang Halim.
Baca juga: Sebanyak 18 SPPG di Bantul Berhenti Operasional, Pemkab Ungkap Penyebabnya
Potensi Risiko Bencana
Di sisi lain, Kang Halim tak menampik bahwa Bumi Projotamansari memiliki sejumlah potensi bencana mulai dari gempa, banjir, longsor, hingga tsunami.
Dengan potensi tersebut sudah sepatutnya masyarakat Bantul menjadi masyarakat tangguh dan suka bergotong royong yang telah diakui oleh negara Asia Tenggara.
"Bahwa revitalisasi, rekonstruksi, rehabilitasi pasca gempa bumi tercepat adalah Kabupaten Bantul. Karena budaya gotong royong. Kita tidak punya alat berat, kita tidak punya mesin-mesin yang bisa membersihkan reruntuhan itu, semua manual bergotongroyong, bahkan bergotongroyong untuk membangun kembali rumah-rumah penduduk itu secara bergembira," paparnya.
Penyumbang Ekspor Tertinggi di DIY
Orang nomor satu di Bumi Projotamansari ini turut menjelaskan dengan banyaknya potensi usaha lokal menjadikan Kabupaten Bantul sebagai daerah penyumbang ekspor terbanyak daripada empat kabupaten/kota lain di DIY.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), 70 persen ekspor DIY berasal dari Bantul.
"Ekspor apa? garmen dan barang-barang seni, craft, home decor. Ada tembikar, ada mebel yang unik-unik itu. Bahkan, ada barang-barang yang dari bahan bekas namanya upcycle. Kalau recycle kan didaur ulang, kalau upcycle itu diubah bentuknya. Misalnya bangkai kulkas bahkan bangkai pesawat direkayasa oleh para seniman Bantul dan diekspor juga," katanya.
Kondisi tersebut membuat Bantul sebagai kota internasional dan terbuka.
| Ikut Demam Piala Dunia, Kang Halim Dukung Prancis, Yakin Juara |
|
|---|
| Mulai September 2026, Pemkab Bantul Bakal Patok Tarif Pajak Restoran dan Kafe |
|
|---|
| TPR Parangtritis Bakal Dipindah Mulai Juli 2026, Ini Tujuan Pemkab Bantul |
|
|---|
| Sampah Plastik di Bantul Kini Diolah dan Disulap Jadi Bahan Bakar Petasol |
|
|---|
| DLH Bantul Sebut Pembuang Sampah di Lahan Warga Selopamioro Diduga dari Luar Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261506-Wawancara-eksklusif-bersama-Bupati-Bantul.jpg)