Kasus Dugaan Malapraktik di RSUD Prambanan: Polda DIY Periksa 5 Saksi
Kasus dugaan kelalaian medis di RSUD Prambanan, Sleman, yang menewaskan balita Naura Dwi Meidita Putri (3), kini resmi ditangani Polda DIY
Penulis: IWE | Editor: Iwan Al Khasni
Dalam pertemuan itu, Bupati menyampaikan permohonan maaf atas kendala komunikasi antara manajemen RSUD Prambanan dengan kuasa hukum keluarga korban.
Direktur RSUD Prambanan turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut.
Rencana Silaturahmi
Manajemen RSUD Prambanan bersama dokter yang dilaporkan berencana melakukan kunjungan kembali ke rumah keluarga Naura setelah peringatan 40 hari wafatnya korban.
Kunjungan ini disebut sebagai bentuk silaturahmi dan empati kemanusiaan, bukan untuk membahas proses medis.
“Kami sudah menyampaikan ke direktur bahwa kunjungan ini tidak akan membahas soal proses medis. Jadi kami komunikasi dengan kuasa hukum, sepakat menurunkan aspek, hanya silaturahmi kemanusiaan,” ujar Hendra.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan memunculkan tuntutan evaluasi terhadap standar pelayanan medis di rumah sakit daerah.
Polda DIY berkomitmen melanjutkan penyelidikan dengan memanggil saksi tambahan pekan depan. Keluarga korban berharap keadilan ditegakkan dan penyebab kematian anak mereka dapat terungkap secara transparan. (rif)
| Polisi Periksa 5 Saksi dalam Kasus Dugaan Malapraktik Kematian Balita di RSUD Prambanan |
|
|---|
| Kasus Dugaan Malapraktik Balita, Direktur RSUD Prambanan Diperiksa Polisi Pekan Depan |
|
|---|
| Dugaan Malapraktik Balita di RSUD Prambanan, Pemkab Sleman Gandeng IDAI dan PERSI untuk Audit Medis |
|
|---|
| Satgas PPA Dampingi Keluarga Bocah Korban Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan |
|
|---|
| Satgas PPA DIY Siap Kawal Kasus Dugaan Malapraktik Bocah Asal Bantul, Dampingi Keluarga Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kesaksian-Keluarga-Balita-Naura-Malapraktik-RSUD-Prambanan.jpg)