JOGJA HARI INI : Saling Tantang Berujung Maut
Seorang pelajar berinisial AA (17) asal Ngampilan, Kota Yogyakarta meninggal dunia akibat diduga dianiaya dengan senjata tajam.
Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
"Kami mengkondisikan mitigasinya di anak-anak SMP, karena kami memiliki kewenangan untuk anak SMP. Maka anak SMP inilah yang harus kita berikan skrining," ujarnya.
Ia menambahkan, intervensi psikologis sejak dini menjadi kunci, supaya anak-anak yang terindikasi memiliki masalah perilaku tidak terjerumus ke dalam aksi kekerasan jalanan.
Melalui langkah integrasi antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan mental, Pemkot Yogyakarta berharap mata rantai kekerasan jalanan dapat diputus agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
"Mereka yang sedikit ada mental disorder harus sudah ketahuan sejak dini di SMP. Guru-guru bimbingan konseling (BK) kita minta untuk screening anak-anak yang sedikit banyak berisiko," jelasnya. (hda/aka/kpc)
Baca Juga
| Perkembangan Kasus Temuan 11 Bayi di Pakem: Polisi Bentuk Tim Khusus hingga Dugaan Pelanggaran Hukum |
|
|---|
| Kawal Kasus Shinta Alumni UGM yang Bermasalah dengan Oknum Polisi Sleman, Ini Janji Polda DIY |
|
|---|
| Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Pelajar di Dekat Stadion Kridosono Yogyakarta |
|
|---|
| Korban Tindak Pidana Termasuk Akibat Klitih di DIY Tak Ditanggung BPJS Kesehatan |
|
|---|
| Update Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Senin 18 Mei 2026 Pukul 18.00 WIB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/JOGJA-HARI-INI-Saling-Tantang-Berujung-Maut.jpg)