Aktivitas Gunung Merapi Selasa 19 Mei 2026 Pagi Ini: Teramati 15 Kali Guguran Lava Sejauh 2000 Meter

Gunung Merapi teramati mengalami 15 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter, Selasa (19/5/2026) pagi

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Selasa (19/5/2026) pagi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 15 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Selasa (18/5/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 35 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-47 mm dan lama gempa 52.51-175.83 detik.

Selain itu tercatat pula 21 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-41 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 11.18-33.81 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Baca juga: Hujan Berpotensi Guyur DIY Hari Ini, Berikut Rincian Wilayahnya

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 10 meter dari puncak.

Sementara untuk cuaca terpantau cerah, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 18.5-20°C. Kelembaban 92-93.2 persen. Tekanan udara 871.8-915 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved