Aktivitas Gunung Merapi Senin 18 Mei 2026 Pagi Ini: BPPTKG Catat Ada 20 Kali Guguran Lava

Gunung Merapi teramati mengalami 20 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter, Senin (18/5/2026) pagi

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi pagi ini, Senin (18/5/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 20 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Senin (18/5/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 39 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-35 mm dan lama gempa 47.88-173.82 detik.

Selain itu, tercatat pula 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-23 mm, S-P 0.5-0.7 detik dan lama gempa 14.6-48.11 detik.

Serta 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 80 mm, dan lama gempa 14.15 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Senin 18 Mei 2026, Hujan Ringan Guyur Sebagian Wilayah DIY Hari Ini

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak.

Sementara untuk cuaca terpantau cerah, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 17.8-19.3°C. Kelembaban 87.8-88 persen. Tekanan udara 872.3-915.4 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved