Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih Nasional, Bantul Kejar Target Operasional Agustus

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berskala nasional

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Kalurahan Wukirsari di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di halaman depan, satu unit truk box kargo putih dan dua motor roda tiga berlogo koperasi telah disiapkan sebagai armada logistik untuk distribusi di tingkat desa. 

Pemerintah daerah mendesain keanggotaan yang inklusif dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai motor penggerak, sekaligus memberikan jaring pengaman bagi kelompok rentan.

Warga prasejahtera yang tidak memiliki kapasitas finansial untuk membayar simpanan koperasi akan ditalangi oleh pemerintah di tingkat kalurahan.

"Spesial di Bantul kan bahwa kita harapkan seluruh penduduk yang dimotori ASN semua ikut menjadi anggota KDKMP. Masyarakat kurang mampu juga diikutkan, dan itu pembayaran preminya ditanggung oleh pemerintah melalui P2MK dari masing-masing kalurahan. Sehingga mereka tetap bisa berkontribusi dan mendapatkan manfaat ekonomi dari keberadaan KDKMP," jelas Agus lebih lanjut.

Secara permodalan awal, program ini telah menyiapkan seluruh instrumen dasar, mulai dari bangunan, kelengkapan rak, hingga armada angkutan logistik.

Koperasi diharap dapat mandiri dan berkembang melalui perputaran bisnis serta suntikan dana dari simpanan wajib dan simpanan pokok para anggotanya.

Kendati logistik dan pendanaan tahap awal telah terjamin, Pemkab Bantul masih dihadapkan pada tantangan administratif terkait perluasan lokasi koperasi selanjutnya.

Dari total target 20 lokasi yang dicanangkan, kecepatan pembangunan sangat bergantung pada proses legalisasi status tanah yang memiliki dinamika tersendiri di wilayah DIY.

"Kalau untuk bangunan beserta isinya kan sebenarnya sudah siap dengan program yang ada sekarang. Termasuk angkutan, isinya, dan sebagainya itu sudah siap berjalan. Dari perputaran usaha dengan modal awal yang sudah ada, ditambah simpanan wajib dan simpanan pokok, bisnisnya bisa langsung dilaksanakan oleh pengurus koperasi. Kalau target selesai semua 20 tempat itu tahun berapa, saya belum bisa pastikan, tapi kita secepatnya. Yang penting proses legalisasi tanah dan pembangunan. Tentu khusus di kita proses legalisasi tanah butuh waktu. Ini 20 tempat yang sudah ada tinggal sambil jalan, kalau semua dokumen sudah siap kita lanjutkan. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa selesai," pungkasnya.

Terpisah, Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, menjelaskan bahwa KDKMP di wilayahnya bersiap memperluas lini bisnisnya secara masif.

Melalui sinergi dengan PT Agrinas, koperasi ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan mengintegrasikan sektor pemenuhan kebutuhan pokok petani, unit ritel modern, hingga wadah pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta potensi desa wisata.

Pemerintah Kalurahan Wukirsari mencatat bahwa skema pengelolaan unit bisnis baru ini akan mengadopsi sistem pendampingan intensif dari pusat guna menjamin keberlanjutan manajemen sebelum sepenuhnya dilepas ke daerah.

Susilo Hapsoro, mengungkapkan bahwa lini bisnis yang akan segera dibuka meliputi klinik kios pupuk, kios gas, minimarket, hingga unit penyedia alat tulis kantor (ATK) dan jasa fotokopi.

Untuk memastikan operasional berjalan profesional, PT Agrinas akan menerjunkan tim manajemen khusus selama masa transisi.

"Nantinya dari pengurus KDKMP Wukirsari akan membuka sesuai dengan arahan dari pusat akan membuka klinik kios pupuk, kios gas, minimarket dan mungkin juga produk-produk lokar wakil sehari akan kita titipan di kios atau minimarket di sini. Pengelolaan selama 2 tahun rencananya menurut informasi dari pusat akan didampingi ada manager dan juga karyawan dari PT Agrinas rencananya. Kita didampingi selama 2 tahun, nantinya setelah 2 tahun baru diserahkan secara menyeluruh pengelolaannya kepada KDKMP Wukirsari," ujar Susilo.

Menjawab tantangan tata kelola lini bisnis yang kompleks, struktur sumber daya manusia (SDM) KDKMP Wukirsari tidak dibentuk dari nol.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved