Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih Nasional, Bantul Kejar Target Operasional Agustus
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berskala nasional
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berskala nasional pada Sabtu (16/5/2026).
Langkah strategis ini dirancang untuk memperkuat fondasi perekonomian masyarakat akar rumput melalui integrasi koperasi yang produktif di tingkat desa dan kelurahan.
Pusat peresmian nasional tersebut diselenggarakan di Koperasi Desa Merah Putih Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Melalui arahan pusat, agenda ini wajib dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Koperasi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Komandan Kodim, Kepala Desa, Babinsa, serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa di berbagai wilayah, khususnya di Jawa Timur.
Di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, jajaran pemerintah daerah turut berpartisipasi menyaksikan peresmian nasional tersebut secara daring dari KDKMP Wukirsari.
Agenda pemantauan ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X.
Meski peluncuran nasional telah dilakukan, KDKMP di wilayah Kabupaten Bantul belum resmi beroperasi.
Pemerintah Kabupaten Bantul memilih untuk menunda peluncuran di wilayahnya hingga seluruh sarana dan prasarana penunjang operasional benar-benar siap dan fungsional.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budiraharja, S.KM., M.Kes., mengonfirmasi bahwa pembangunan fisik untuk tahap pertama sebenarnya telah rampung di sepuluh titik lokasi.
Beberapa di antaranya tersebar di Wukirsari, Selopamioro, sejumlah titik di Imogiri, Piyungan, hingga Banguntapan.
"Tadi dilaporkan Dandim dari tahap yang pertama, sepuluh bangunan sebagian besar sudah jadi. Cuma kenapa hari ini tidak ikut diluncurkan karena persiapan untuk isian yang belum. Jadi ada rak, AC, CCTV, terus mungkin mobil pikap, dan juga isi dari produk jualan itu yang tentu butuh persiapan. Sehingga hari ini kita baru ikut menyaksikan peresmian nasional yang tahap pertama. Kemungkinan Bantul akan diikutkan di peresmian berikutnya sekitar bulan Agustus, dan paling tidak yang sepuluh itu sudah siap sepenuhnya agar bisa menjadi contoh operasional KDKMP yang ada di Kabupaten Bantul," papar Agus.
Baca juga: Banjir Kota Semarang Memakan Korban Jiwa, Dua Warga Tewas Terseret Arus
Terkait unit usaha yang akan dijalankan oleh KDKMP, Pemkab Bantul akan menyelaraskan regulasi dengan pedoman dari pemerintah pusat.
Koperasi ini akan menjadi titik distribusi utama untuk barang-barang esensial dan komoditas bersubsidi yang langsung menyentuh hajat hidup masyarakat desa.
"Tentu sesuai dengan aturan yang harus diacu dari pusat, itu tentu yang menjadi acuan kita. Bahan pokok itu pasti. Gas subsidi apalagi itu pasti, kemudian pupuk subsidi, dan juga gerai kebutuhan pokok. Itu menjadi prioritas untuk bisa dilakukan aktivitas di Kabupaten Bantul. Mungkin untuk unit usaha yang lain-lain juga akan menyusul sambil jalan," ungkap Agus.
Hal yang membedakan implementasi KDKMP di Bantul adalah rancangan ekosistem keanggotaannya.
| Mitigasi Korupsi Dana Kalurahan, Lurah se-DIY Konsolidasi Pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng Premium Naik, DKUKMPP Bantul: Imbas Harga Plastik Nasional |
|
|---|
| Pemda DIY Mitigasi Dampak Pemotongan Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih |
|
|---|
| Strategi Dinas Kebudayaan Bantul Genjot Kunjungan ke Museum |
|
|---|
| Sukseskan Pilur 2026, KPU dan Bawaslu Bantul Siap Sinergi dengan Pemkab |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Peluncuran-Koperasi-Desa-Merah-Putih-Nasional-Bantul-Kejar-Target-Operasional-Agustus.jpg)