Pemkot Yogyakarta Luncurkan 'Wamira', Jadi Unit Usaha Koperasi Merah Putih

Pemkot Yogyakarta menggagas inovasi strategis dalam rangka pengendalian inflasi daerah, dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat akar rumput

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Dok. Pemkot Yogyakarta
WAMIRA - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meluncurkan Warung Milik Rakyat (Wamira) sebagai unit usaha baru yang dikelola oleh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Giwangan, Umbulharjo, Jumat (22/5/26). 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Yogyakarta menggagas inovasi strategis dalam rangka pengendalian inflasi daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat akar rumput.
  • Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meluncurkan Warung Milik Rakyat (Wamira) sebagai unit usaha baru yang dikelola oleh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Giwangan, Umbulharjo, Jumat (22/5/26).
  • Wamira mengusung konsep serupa dengan Kios Segoro Amarto yang sebelumnya telah dibangun Pemkot Yogyakarta di sejumlah pasar tradisional. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggagas inovasi strategis dalam rangka pengendalian inflasi daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat akar rumput.

Terbaru, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meluncurkan Warung Milik Rakyat (Wamira) sebagai unit usaha baru yang dikelola oleh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Giwangan, Umbulharjo, Jumat (22/5/26).

Hadirnya Wamira ini mengusung konsep serupa dengan Kios Segoro Amarto yang sebelumnya telah dibangun Pemkot Yogyakarta di sejumlah pasar tradisional. 

Hanya saja, Wamira dirancang hadir lebih dekat di tengah-tengah lingkungan permukiman masyarakat, untuk menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyampaikan, keberadaan Koperasi Merah Putih harus dimaksimalkan untuk menelurkan inovasi dan unit usaha baru. 

Kendati saat ini belum memiliki gerai fisik sendiri lantaran keterbatasan lahan dan waktu, hal tersebut tidak boleh menjadi hambatan untuk menciptakan peluang usaha yang berdampak luas.

Sejauh ini, sejumlah KKMP di wilayah Kota Pelajar sebenarnya telah eksis memproduksi batik Segoro Amarto Reborn sebagai seragam para ASN Pemkot Yogyakarta

Pengembangan Kios Segoro Amarto 

Kini, diversifikasi usaha pun kembali dilakukan Pemkot Yogyakarta, melalui pengembangan Kios Segoro Amarto ke bentuk unit usaha Wamira.

"Warung Segoro Amarto ini biasanya hanya ada di pasar, sekarang kita deliver ke tengah-tengah warga dan dimiliki oleh Koperasi Merah Putih, sehingga akhirnya punya aktivitas baru namanya Wamira Warung Milik Rakyat yang dibikin oleh Koperasi Merah Putih di Kota Yogyakarta," katanya.

Hasto menambahkan, seluruh kebutuhan pokok di Kios Segoro Amarto selama ini dapat dijual sesuai HET atau bahkan lebih murah dibanding harga pasaran umum. 

Pasalnya, rantai pasokan didukung langsung oleh Bulog dan distributor besar, ditambah adanya subsidi pengiriman barang dari pemerintah demi menekan laju inflasi daerah.

"Kemudian hasil penjualannya dan akhirnya juga masyarakat terbantu. Kira-kira seperti itu, dan ini sekaligus mengendalikan inflasi," tegasnya.

Hingga kini tercatat ada 5 KKMP yang sudah terintegrasi dalam program, meliputi KKMP Giwangan, KKMP Purwokinanti, KKMP Cokrodiningratan, KKMP Prawirodirjan, dan KKMP Klitren. 

Selanjutnya, Pemkot Yogyakarta berencana memperluas jaringan Wamira, dengan target pada 2026 mampu menyasar 14 KKMP di penjuru wilayahnya.

Suplai 5.000 kg bapok

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved