Harga Minyak Goreng Premium Naik, DKUKMPP Bantul: Imbas Harga Plastik Nasional
Harga minyak goreng premium di Kabupaten Bantul merangkak naik seiring dengan naiknya harga plastik.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Harga minyak goreng premium di Bantul naik sekitar Rp1.000 menjadi Rp22.000–Rp23.000 per liter, sementara minyak curah mencapai Rp20.000 per liter.
- Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya harga plastik kemasan secara nasional, namun stok minyak goreng di pasar-pasar utama dipastikan tetap aman.
- Berbeda dengan premium, harga Minyakita terpantau stabil di bawah HET, yaitu Rp15.700 per liter. Warga pun diimbau membawa tas belanja sendiri.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Harga minyak goreng premium di Kabupaten Bantul merangkak naik seiring dengan naiknya harga plastik.
Sementara untuk harga Minyakita masih stabil di bawah harga eceran tertinggi yakni Rp15.700 per liter.
Kepala DKUKMPP Kabupaten Bantul, Prapta Nugraha, mengungkapkan kenaikan itu dipicu dengan meningkatnya harga jual plastik secara nasional.
"Pembungkusaan minyak goreng itu kan pakai plastik to. Nah harga plastik kan lagi naik. Jadi, sepertinya terpengaruh dari kenaikan harga plastik," katanya, kepada Tribunjogja.com, Jumat (17/4/2026).
Disampaikannya, kenaikan harga jual minyak terjadi pada beberapa merek tertentu.
Sedangkan, untuk harga jual minyak goreng merek Minyakita masih stabil di bawah harga eceran tertinggi yakni Rp15.700 per liter.
"Jadi, kenaikan harga minyak terutama terjadi pada minyak goreng bermerek premium. Minyak bermerek sekitar Rp22.000-an sampai Rp23.000-an per liter dan minyak goreng curah sekitar Rp20.000 per liter," jelasnya.
Baca juga: Layanan Publik Tetap Normal Meski Ada WFH, Hasto Wardoyo Apresiasi ASN Pemkot Yogyakarta
Kendati begitu, kata Prapta, harga minyak tersebut rata-rata naik sekitar Rp1.000 per liter.
"Yang jelas untuk stok pasokan aman. Jadi kita hanya berdampak pada pembungkus plastik, sehingga harapannya kemudian ada budaya beralih ke pengganti lain," tutur Prapta.
Adapun stok minyak goreng kemasan premium yang tercatat dalam website Bapok Bantul pada hari ini di Pasar Bantul sejumlah 1.500 liter, Pasar Imogiri 47 liter, Pasar Niten 60 liter, Pasar Piyungan 200 liter, dan Pasar Pijenan 120 liter.
"Sejauh ini dari kami belum mendengar keluhan dari masyarakat terkait kenaikan harga minyak goreng kemasan premium itu," jelas dia.
Di sisi lain, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar dapat menggunakan tas belanja mengingat harga plastik saat ini cukup mahal.
"Kenaikan harga plastik ini kan sudah nasional ya. Jadi, kami hanya bisa mengantisipasi dengan kearifan lokal. Jadi kalau belanja dengan barang-barang selain dibungkus dengan plastik, kami anjurkan untuk bawa tas belanja," tutup dia.(nei)
| Harga Minyak Goreng Melonjak, Pengusaha Kuliner di Kulon Progo Dilema Naikkan Harga |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng di Pasar Kulon Progo Melonjak, Pasokannya pun Menurun |
|
|---|
| Warga Serbu Bantuan Pangan dari Bapanas di Tiap Kalurahan di Kulon Progo |
|
|---|
| Strategi Dinas Kebudayaan Bantul Genjot Kunjungan ke Museum |
|
|---|
| Sukseskan Pilur 2026, KPU dan Bawaslu Bantul Siap Sinergi dengan Pemkab |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Harga-Minyak-Goreng-Premium-Naik-DKUKMPP-Bantul-Imbas-Harga-Plastik-Nasional.jpg)