Cara Bulog Mengawal Napas Petani dan Masa Depan Pangan di Kulon Progo
Rasa cemas harga yang anjlok saat musim panen raya nanti sudah tak ada lagi setelah gabah yang dihasilkan oleh Gapoktannya dibeli oleh Bulog
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Pria yang menjabat sebagai seksi usaha Gapoktan Ngestiharjo ini menyebut pada musim panen pertama tahun 2026 ini, gabah yang dihasilkan oleh Gapoktannya sudah diserap sebanyak 2500 ton oleh Bulog.
Pihaknya optimis, pada musim panen kedua nanti, kualitas gabah yang dihasilkan akan semakin baik.
Jika di musim panen pertama lalu hanya menghasilkan 6,8 ton per hektare, pada musim panen kedua nanti bisa mencapai 7 ton lebih per hektare.
" Luas lahan di Gapoktan kami 108 hektare, kami optimis musim panen kedua nanti kualitas gabahnya meningkat. Petani semakin bersemangat karena harga dari Bulog benar-benar layak,"jelasnya.
Ingin Beri Motivasi Kepada Generasi Muda Agar Mau jadi Petani
Sahadadi mengaku jumlah petani di wilayahnya semakin berkurang. Regenerasi petani tidak berjalan karena banyak generasi muda yang memilih profesi lainnya.
Untuk itulah dirinya tergerak agar generasi muda tertarik menjadi petani. Dia ingin membuktikan bahwa menjadi seorang petani juga bisa sukses.
Hadirnya Bulog di tengah-tengah petani ini benar-benar menjadi angin segar bagi para petani di wilayahnya.
Sebab, dengan harga jual gabah yang kompetitif, petani bisa mendapatkan untung. Profesi sebagai petani pun tak lagi dipandang sebelah mata, terutama generasi muda.
Dengan adanya kepastian harga dari Bulog ini, dirinya berharapminat warga untuk menjadi petani bisa meningkat.
Sebab, saat ini rata-rata petani yang ada di wilayahnya sudah berusia lanjut.
"Saya saat ini mengolah lahan sekitar 3-4 hektare. Semua ditanami padi. Setelah Bulog membeli gabah kami, terus terang, saya semakin bersemangat untuk menekuni profesi ini. Mudah-mudahan saya bisa mengedukasi masyarakat (bahwa petani itu juga bisa sukses),"katanya.
Sahadadi mengaku saat ini sektor pertanian sudah jauh lebih maju dibandingkan beberapa tahun silam. Para petani sudah mengadopsi teknologi untuk pengolahan lahan, pemupukan hingga panen.
"Alatnya sudah modern. Impian saya ingin mengedukasi masyarakat agar mau jadi petani,"imbuhnya.
Baca juga: Ketahanan Pangan DIY: Serapan Beras BULOG Capai 76 Persen, Siap Hadapi El Nino
Serapan Bulog
Sementara itu Perum BULOG Kantor Wilayah Yogyakarta mencatatkan performa impresif dengan merealisasikan penyerapan hasil panen sebesar 76 persen dari target tahunan hingga awal Mei 2026.
| Cerita Guru Non-ASN di Sekolah Negeri di Jogja, Butuh Kepastian Nasib |
|
|---|
| Kronologi Pegawai PPPK DPUPKP Sleman Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumah |
|
|---|
| Drama Tiga WNI yang Ingin "Nyolong Start" Haji Lewat Jalur Belakang, Gagal di Batam, Gagal di YIA |
|
|---|
| Visi dan Misi Awal PSS Sleman di Super League Musim Depan |
|
|---|
| Sempat Mencoba Jalur Laut, 3 Calon Haji Prosedural Kembali Digagalkan di YIA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cara-Bulog-Mengawal-Napas-Petani-dan-Masa-Depan-Pangan-di-Kulon-Progo.jpg)