Aktivitas Gunung Merapi Rabu 13 Mei 2026 Pagi Ini: Teramati 15 Kali Guguran Lava

Gunung Merapi teramati mengalami 15 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter, Rabu (13/5/2026)

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi pagi ini, Rabu (13/5/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 15 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Rabu (13/5/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 24 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-37 mm dan lama gempa 58.71-231.06 detik.

Tercatat pula 14 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-27 mm, S-P 0.5-0.6 detik dan lama gempa 11.32-68.06 detik.

Selain itu ada 4 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4-80 mm, dan lama gempa 11.25-17.82 detik.

Serta 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2-6 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 52.94-89.65 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 375 meter dari puncak.

Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Esok Hari Rabu 13 Mei 2026: Kota Jogja dan Sleman Berpotensi Hujan Ringan

Sementara untuk cuaca terpantau cerah hingga mendung, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 17.6-20.8°C. Kelembaban 95.8-97.3 persen. Tekanan udara 871.6-915.3 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved