Belasan Warga di Pengasih Kulon Progo Dilaporkan Keracunan, Diduga Akibat Nasi Kenduri

Susilaningsih mengatakan ada 16 warga yang dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan. Gejalanya berupa mual, muntah hingga diare.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Dok. Istimewa
Ilustrasi keracunan makanan 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 16 warga Kopat, Karangsari, Kulon Progo mengalami keracunan usai menyantap nasi kenduri dengan olahan daging kambing.
  • Gejala berupa mual, muntah, dan diare, namun seluruh korban berstatus rawat jalan dan kondisinya membaik.
  • Sampel makanan dibawa ke laboratorium untuk memastikan penyebab, sementara katering disebut sebagai penyedia menu kenduri.

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Belasan warga di Padukuhan Kopat, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo dilaporkan mengalami keracunan makanan. Mereka sudah ditangani tim medis dan kondisinya telah membaik.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Susilaningsih membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, kejadiannya dilaporkan pada Jumat (08/05/2026) malam.

"Laporan datang dari Puskesmas Pengasih 2 pada Jumat malam, ada juga yang datang ke RSUD Wates keesokan harinya," katanya pada wartawan, Minggu (10/05/2026).

Dugaan penyebab: olahan kambing nasi kenduri

Susilaningsih mengatakan ada 16 warga yang dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan. Gejalanya berupa mual, muntah hingga diare.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, keracunan diduga disebabkan oleh nasi kenduri yang mereka santap pada Jumat sore. Nasi kenduri itu memiliki olahan daging kambing sebagai lauk.

"Penyebab keracunan diduga dari olahan daging kambing, karena ada laporan rasanya pahit saat dimakan," ujar Susilaningsih.

Ia memastikan tidak ada warga yang mengalami keracunan tersebut yang harus dirawat inap. Seluruhnya berstatus rawat jalan dan kondisinya sudah membaik.

Bawa sampel ke lab

Namun Susilaningsih tetap ingin memastikan penyebab sesungguhnya dari keracunan makanan tersebut. Petugas pun telah diterjunkan untuk mengambil sampel makanan yang menjadi penyebab keracunan.

"Sampelnya kami bawa ke laboratorium untuk proses pengujian," jelasnya.

Dukuh Kopat, Dwi Nandanu mengatakan bahwa nasi kenduri itu dibagikan saat acara pernikahan warga setempat pada Jumat sore. Total ada 70 warga yang mendapat paket nasi kenduri dari acara tersebut.

Baru pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB, muncul laporan warga yang mengeluhkan mual dan muntah. Laporan terus berdatangan hingga total ada 16 orang yang mengalami gejala keracunan.

"Saya sendiri tak ikut mengonsumsi nasi kenduri yang dibagikan itu," tutur Dwi.

Jasa katering

Menurutnya, nasi kenduri dibuat oleh jasa katering yang direkrut pemilik acara pernikahan. Setiap paket nasi kenduri berisi nasi, urap sayur, dan olahan daging kambing.

Dwi mengatakan seluruh menu disiapkan oleh jasa katering, termasuk penyembelihan kambingnya. Hal itu berbeda dengan kebiasaan warga setempat, yang biasanya memasak bersama-sama untuk hajatan.

"Kalau laporan dari warga, rasa daging kambing dari nasi kenduri tersebut cukup pahit," ungkapnya.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved