DPP Kulon Progo Pastikan Sudah Tak Ada Kasus PMK, Terakhir Tercatat pada Januari 2026

Kasus terakhir tercatat pada Januari 2026 dengan 91 sapi terpapar PMK, namun sekarang semuanya sudah sembuh dan tidak ada kematian

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Alexander Aprita
HEWAN KURBAN - Sapi yang dijual di Pasar Hewan Pengasih, Kulon Progo untuk kurban Iduladha 1447 Hijriah, Sabtu (09/05/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo berupaya memastikan keamanan dari hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah.

Terutama dari kasus penyakit hewan ternak yang bisa berdampak pada kualitas daging kurban nantinya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, DPP Kulon Progo, Yuriati, mengatakan masih mewaspadai penularan penyakit hewan ternak.

Seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kaki) yang marak di 2025 lalu.

"Selain itu juga ada potensi Antraks, cacing hati, dan sebagainya," katanya pada Sabtu (09/05/2026).

Meski begitu, Yuriati memastikan bahwa tidak ada kasus baru PMK yang dilaporkan.

Kasus terakhir tercatat pada Januari 2026 dengan 91 sapi terpapar PMK, namun sekarang semuanya sudah sembuh dan tidak ada kematian yang dilaporkan.

Cacing Hati

Namun untuk paparan cacing hati disebut tidak bisa dihindari, terutama di daerah tropis.

Upaya yang bisa dilakukan adalah pengendalian dengan cara mengawasi organ hati sapi.

"Sebab kalau sudah terinfeksi cacing hati tingkat ekstrem, maka hati sapi akan rusak dan tidak layak untuk dikonsumsi," jelas Yuriati.

Meski begitu ia mengatakan daging dari sapi yang terpapar cacing hati tetap aman untuk dikonsumsi.

Hanya bagian hatinya saja yang harus diafkir atau dimusnahkan.

Baca juga: Jelang Iduladha, Pembelian Hewan Kurban di Kulon Progo Menurun Imbas Lesunya Daya Beli Masyarakat

Yuriati mengatakan bahwa pihaknya melakukan pemantauan secara intensif terhadap lalu lintas hewan ternak yang masuk dan keluar Kulon Progo. Titik pemantauan antara lain Pasar Hewan Pengasih.

"Semua hewan yang masuk ke pasar hewan harus menjalani sterilisasi dan desinfeksi guna mengantisipasi penularan penyakit hewan," ujarnya.

Pemantauan Hewan Kurban

Pemantauan juga dilakukan di tempat penampungan hewan ternak di sejumlah kapanewon, seperti Lendah, Panjatan, Samigaluh, serta Nanggulan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved