Daya Beli Turun dan Harga Sapi Melonjak, Tren Kurban Warga Yogyakarta Bergeser ke Kambing
Jika pada tahun lalu sapi kecil masih bisa didapatkan di harga Rp19 juta hingga Rp20 juta, saat ini harganya sudah menyentuh angka Rp24 juta.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Mayoritas warga Yogyakarta diprediksi akan beralih hewan kurban kambing dibanding sapi pada Iduladha 2026 kali ini
- Lonjakan harga sapi yang cukup signifikan ditambah dengan penurunan daya beli masyarakat menjadi faktor pemicunya
- Tahun lalu, sapi kecil masih bisa didapatkan di harga Rp19 juta hingga Rp20 juta, saat ini harganya sudah menyentuh angka Rp24 juta.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fenomena pergeseran hewan kurban dari sapi ke kambing atau domba diprediksi bakal mewarnai pelaksanaan Iduladha 2026 di Kota Yogyakarta.
Lonjakan harga sapi yang cukup signifikan ditambah dengan penurunan daya beli masyarakat membuat minat sohibul kurban makin bergeser ke hewan ternak kecil.
Oleh sebab itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, menuturkan kemungkinan besar jumlah penyembelihan kambing dan domba akan melonjak.
Bukan tanpa alasan, berdasarkan hasil pantauannya sejauh ini, selisih harga sapi di pasaran cenderung terpaut jauh dibandingkan banderol tahun lalu.
"Sapi sekarang mahal, kemungkinannya (jumlah kurban sapi) turun. Sementara harga kambing cenderung tetap, bahkan banyak yang turun. Tahun lalu Rp3 juta, sekarang Rp2,4 juta sudah boleh. Jadi, nanti jumlah kambing dan domba pasti lebih banyak," ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Kenaikan Harga Sapi
Sukidi membeberkan, kenaikan harga sapi pada momen kurban tahun ini dapat menyentuh sebesar Rp5 juta per ekor untuk jenis ukuran kecil.
Jika pada tahun lalu sapi kecil masih bisa didapatkan di harga Rp19 juta hingga Rp20 juta, saat ini harganya sudah menyentuh angka Rp24 juta.
"Ditambah daya beli masyarakat memang agak turun. Hewannya sebenarnya banyak tersedia, tapi masyarakatnya beralih ke kambing karena harga sapi naiknya banyak sekali," imbuhnya.
Baca juga: Stok Hewan Kurban di Kota Yogyakarta Minim, Andalkan Pasokan dari Luar Daerah
Penurunan Permintaan
Senada, Sudi Haryoso, pemilik UD Segar Farm yang berlokasi di Pakuncen, Kemantren Wirobrajan, mengakui adanya penurunan permintaan dari kelompok panitia kurban.
Menurutnya, banyak panitia kurban yang biasanya memesan enam ekor sapi kini hanya memesan lima ekor, begitu pula yang biasanya lima ekor turun menjadi empat ekor.
"Tahun kemarin kami laku 302 ekor, perkiraan tahun ini cuma sekitaran 250-an ekor. Ada penurunan, karena dari panitia kurban sendiri pesanan berkurang jumlahnya," ujarnya.
Untuk menyiasati harga yang terus melambung, Sudi terpaksa mendatangkan sapi dari luar daerah, bahkan luar Jawa, seperti Madura dan Bali.
Hal tersebut dilakukan karena sapi lokal dengan banderol di kisaran Rp23 juta hingga Rp25,5 juta sudah sangat sulit ditemukan dalam kondisi poel atau cukup umur.
"Kalau sapi lokal harga segitu saya jamin belum poel, umur belum mencukupi. Tapi kalau dari Madura atau Bali, meski kecil dan harganya masuk di dana masyarakat, umurnya sudah mencukupi syarat kurban," katanya.
| Stok Hewan Kurban di Kota Yogyakarta Minim, Andalkan Pasokan dari Luar Daerah |
|
|---|
| DPKP DIY Datangkan Ternak dari Luar DIY untuk Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban |
|
|---|
| Harga Hewan Kurban di Gunungkidul Mulai Bergerak Naik, Pasokan Dipastikan Surplus |
|
|---|
| Polres Bantul Ringkus Dua Pria yang Diduga Pengedar dan Pengonsumsi Pil Y |
|
|---|
| Jogja Takbir Festival 2026 Bakal Digelar di Malioboro, Hasto Wardoyo: Jadi Daya Tarik Wisata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260805-Ternak-sapi-di-UD-Segar-Farm-di-Pakuncen-Yogyakarta.jpg)