Update Merapi 6 Jam Terakhir: Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Kali Boyong

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi melaporkan adanya rentetan guguran lava serta aktivitas kegempaan yang intens.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Minggu (19/4/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi dalam pengamatan enam jam terakhir.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan adanya rentetan guguran lava serta aktivitas kegempaan yang intens.

Dalam periode pengamatan terbaru, Gunung Merapi teramati meluncurkan 5 kali guguran lava.

Jarak luncur terjauh mencapai 2.000 meter (2 km) ke arah hulu Kali Boyong.

Kemudian dua luncuran lainnya terdeteksi menuju hulu Kali Krasak dengan jarak maksimal 1.800 meter.

Secara visual, gunung api terlihat jelas dengan asap kawah utama berwarna putih intensitas sedang hingga tinggi, membumbung sekitar 20-100 meter dari puncak.

Cuaca di sekitar puncak dilaporkan berawan dengan tiupan angin lemah ke arah timur.

Baca juga: Semalam, Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar Sebanyak 13 Kali ke Kali Boyong

Sementara data kegempaan menunjukkan suplai magma yang masih berlangsung di dalam tubuh gunung.

Tercatat ada 37 kali gempa Guguran dengan durasi hingga 182 detik, 23 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, yang mengindikasikan adanya pertumbuhan kubah lava atau tekanan magma menuju permukaan.

Kemudian suhu udara di puncak Merapi tercatat antara 21-23°C dengan kelembaban tinggi mencapai 96 persen, yang perlu diwaspadai jika terjadi hujan di puncak.

BPPTKG masih menetapkan potensi bahaya pada sektor selatan-barat daya, meliputi:

Sungai Boyong: Hingga radius 5 km.

Sungai Bedog, Krasak, Bebeng: Hingga radius 7 km.

Sektor Tenggara (Sungai Woro & Gendol): Antara 3 hingga 5 km.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya tersebut.

Selain ancaman guguran lava dan awan panas, warga juga diminta mewaspadai bahaya lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di seputar puncak Merapi, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved