Semalam, Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar Sebanyak 13 Kali ke Kali Boyong
Berdasarkan pengamatan yang dilaksanakan oleh BPPTKG, terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat ada 13 kali guguran lava pijar
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aktifitas vulkanik Gunung Merapi selama enam jam terakhir masih cukup tinggi.
Berdasarkan pengamatan yang dilaksanakan oleh BPPTKG, terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat ada 13 kali guguran lava pijar yang mengarah ke Kali Boyong dengan jarak luncur maksimal 1900 meter.
Kemudian produksi magma di dalam perut Gunung Merapi masih terus berlangsung.
Hal itu terindikasi dari rentetan gempa yang tercatat seismograf.
Dikutip dari laman magma.esdm.go.id, selama enam jam terakhir, tercatat ada 38 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-39 mm dan lama gempa 71.37-191.6 detik.
Kemudian 15 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-28 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 12.16-53.95 detik.
Serta 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 16 mm, dan lama gempa 14.95 detik.
Secara visual, pada pagi hari ini Gunung Merapi tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III.
Namun asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 150 meter terlihat dari puncak.
Baca juga: Dalam 6 Jam Terakhir, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sebanyak 17 Kali ke Kali Krasak
Adapun cuaca di puncak Merapi terpantau mendung, angin tenang ke arah barat.
Suhu udara sekitar 18.4-21.2°C. Kelembaban 98.1-99 persen. Tekanan udara 871.8-915.4 mmHg.
Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus level 3.
Mengingat suplai magma yang masih aktif, otoritas terkait mengeluarkan rekomendasi keamanan sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
(*)
| Aktivitas Gunung Merapi Jumat Pagi 24 April 2026: Teramati 17 Kali Guguran Lava ke Arah Kali Krasak |
|
|---|
| Update Aktivitas Gunung Merapi Pagi Ini Kamis 23 April 2026: Teramati 14 Kali Guguran Lava |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Selasa 21 April 2026 Pagi: Teramati 13 Kali Guguran Lava |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Pagi Ini Senin 20 April 2026: Teramati Guguran Lava dan Awan Panas Guguran |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Pagi Ini Minggu 19 April 2026: BPPTKG Catat 4 Kali Guguran Lava |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20262304-Aktivitas-Merapi-hari-ini.jpg)