Dalam 6 Jam Terakhir, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sebanyak 17 Kali ke Kali Krasak

Dalam kurun waktu enam jam terakhir, Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 17 kali ke arah barat daya.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa/laman esdm go id
Ilustrasi map titik lokasi Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Dalam kurun waktu enam jam terakhir, terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 17 kali ke arah barat daya.

Luncuran lava pijar meluncur sejauh 1800 meter ke arah Kali Krasak.

Hingga saat ini status Gunung Merapi masih level III.

Dikutip dari laman magma.esdm.go.id, pada pagi hari ini secara visual puncak Merapi tertutup kabut (0-II) dan asap kawah tidak teramati.

Namun demikian, berdasarkan data instrumen BPPTKG,  aktivitas kegempaan gunung setinggi 2968 meter di atas permukaan laut itu masih cukup tinggi.

Selain guguran lava pijar, terekam rentetan gempa yang mengindikasikan pergerakan magma di dalam tubuh gunung.

BPPTG mencatat adanya 29 kali gempa Guguran (amplitudo 1-27 mm), 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak (amplitudo 2-24 mm).

Kemudian 2 kali gempa Vulkanik Dangka dan 1 kali gempa Tektonik Jauh.

Tingginya aktifitas gempa ini menunjukan bahwa suplai magma masih terus berlangsung, yang berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran sewaktu-waktu.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Wilayah DIY Selasa 28 April 2026, Ini Daftar Wilayah yang Diguyur Hujan Hari Ini

Rekomendasi dan Radius Bahaya

Mengingat suplai magma yang masih aktif, otoritas terkait mengeluarkan rekomendasi keamanan sebagai berikut:

  • Sektor Selatan-Barat Daya: Area Sungai Boyong (5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (7 km) masuk dalam zona potensi bahaya guguran lava dan awan panas.
  • Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
  • Lontaran Material: Masyarakat diminta mewaspadai lontaran material vulkanik dalam radius 3 km dari puncak jika terjadi letusan eksplosif.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya tersebut dan selalu mewaspadai ancaman bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di hulu sungai yang berhulu di Gunung Merapi. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved