Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Siang Ini Jumat 22 Mei 2026

Gunung Merapi dilaporkan mengalami 31 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-38 mm dan lama gempa 72.25-199.94 detik.

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
ILUSTRASI - Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 31 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-38 mm dan lama gempa 72.25-199.94 detik.

Selain itu tercatat pula 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-24 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 13.61-48.37 detik.

Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 108.49 detik.

Hal itu berdasarkan hasil laporan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Jumat (22/5/2026), hingga pukul 12.00 WIB siang ini.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-III.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 650 meter dari puncak.

Sementara cuaca teramati mendung, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 22-23.79°C. Kelembaban 89-97 persen. Tekanan udara 874.5-918.53 mmHg. Intensitas curah hujan 3 mm per hari.

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Jumat 22 Mei 2026 Pagi Ini: Teramati 8 Kali Guguran Lava

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved