Aktivitas Gunung Merapi Kamis 21 Mei 2026: Teramati 10 Kali Guguran Lava Selama 6 Jam Terakhir
Gunung Merapi teramati mengalami 10 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1700 meter, Kamis (21/5/2026).
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 10 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.
Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Kamis (21/5/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.
Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 17 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-33 mm dan lama gempa 90.15-165.63 detik.
Selain itu juga tercatat 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-35 mm, S-P 0.5-0.7 detik dan lama gempa 28.88-45.97 detik.
Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 51 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 124.1 detik.
Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.
Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 150 meter dari puncak.
Sementara untuk cuaca terpantau cerah hingga berawan, angin tenang ke arah timur.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kota Yogya, KP dan GK Siang Ini
Suhu udara sekitar 19.3-20.7°C. Kelembaban 85-91.4 persen. Tekanan udara 872.7-915.1 mmHg.
Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)
| Aktifitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Tinggi, Semalam Luncurkan Lava Pijar 12 Kali |
|
|---|
| Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Siang Ini Rabu 20 Mei 2026 |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Rabu 20 Mei 2026 Pagi Ini: BPPTKG Catat Ada 12 Kali Guguran Lava |
|
|---|
| Update Gunung Merapi : Enam Jam Terakhir Luncurkan Lava Pijar Sebanyak 12 Kali |
|
|---|
| Demam Trail Run dan Trekking Dongkrak Kunjungan Wisata Alam Gunung Merapi, Sumbang PNBP Rp1,1 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20262105-Aktivitas-Gunung-Merapi-pagi-ini.jpg)