Demam Trail Run dan Trekking Dongkrak Kunjungan Wisata Alam Gunung Merapi, Sumbang PNBP Rp1,1 Miliar
Kepala Balai TNGM, T. Heri Wibowo menyampaikan, hingga April 2026, total kunjungan wisatawan secara kumulatif telah mencapai 96.683 orang.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Tren trail run dan trekking membuat kunjungan wisata ke Taman Nasional Gunung Merapi naik 21 persen hingga April 2026.
- Jumlah wisatawan April 2026 mencapai 29.586 orang atau melonjak 57 persen dibanding Maret 2026.
- Lonjakan kunjungan menghasilkan pendapatan PNBP lebih dari Rp1,1 miliar dan ikut menggerakkan ekonomi warga sekitar wisata.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Maraknya tren olahraga lari gunung atau trail run dan trekking di kalangan anak muda berhasil mendongkrak angka kunjungan ke Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).
Aktivitas luar ruangan ini tercatat menjadi satu di antara penggerak utama lonjakan wisatawan hingga April 2026, khususnya di OWA Plunyon, Kalitalang, dan Deles Indah.
Kunjungan naik 21 persen
Kepala Balai TNGM, T. Heri Wibowo menyampaikan, hingga April 2026, total kunjungan wisatawan secara kumulatif telah mencapai 96.683 orang.
"Jumlah tersebut naik 21 persen dibandingkan tahun 2025 dibulan yang sama," kata Heri, dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Peningkatan kunjungan ini terlihat cukup jelas pada bulan April 2026. Tercatat ada kunjungan sebesar 29.586 orang. Angka ini melonjak tajam hingga 57 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Maret 2026.
Data TNGM menyebut, puncak kunjungan wisatawan terjadi pada hari-hari libur nasional yang menyumbang hingga 47,9 persen dari total keseluruhan pengunjung.
Menurut Heri, hampir seluruh Obyek Wisata Alam (OWA) di lingkup TNGM mengalami kenaikan jumlah pengunjung di atas rata-rata bulanan pada April 2026.
Tren positif ini terjadi merata di berbagai titik, dengan pengecualian hanya pada OWA Tlogo Muncar yang belum menunjukkan kenaikan.
"Pada bulan April 2026, hampir semua OWA mengalami kenaikan jumlah pengunjung, kecuali OWA Tlogo Muncar," katanya.
Sumbang PNBP Rp1,1 Miliar
Lonjakan jumlah wisatawan ini selaras dengan pendapatan yang diterima. Realisasi retribusi TNGM dari periode Januari hingga April 2026 tercatat telah menembus Rp 1.114.001.500.
Angka ini setara dengan 89,08 persen dari total target yang ditetapkan sebesar Rp 1.250.600.000. Seluruh hasil retribusi yang terkumpul disetorkan 100 persen ke kas negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Aturan ini tertuang dalam regulasi PP Nomor 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Di sisi lain, biaya operasional harian setiap OWA dipastikan menggunakan sumber dana APBN.
Tren olahraga alam ini optimis akan terus konsisten. Selain berkontribusi pada pendapatan negara, peningkatan kunjungan ke berbagai OWA ini disebut ikut menggerakkan roda ekonomi lokal sekitar tempat wisata.
"Peningkatan kunjungan di beberapa Obyek Wisata Alam di lingkup TNGM, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar OWA," ujarnya.(*)
| Tak Cuma Kereta Gantung Prambanan, Sleman Juga Buka Keran Investasi Cimory dan Taman Bunga Celosia |
|
|---|
| Tiga Bulan, 1,75 Juta Pelancong Kunjungi Sleman, Candi Prambanan Masih Favorit |
|
|---|
| Sleman Raup PAD Pariwisata Rp103 Miliar di Triwulan 1: Penerimaan Pajak Resto Naik, Hotel Turun |
|
|---|
| Tak Seramai Tahun Lalu, Belanja Wisatawan Libur Lebaran 2026 di Sleman Turun |
|
|---|
| Pergerakan Wisatawan di Sleman Capai 188.140, Dispar Sleman Optimistis Kunjungan Sesuai Target |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/EKOWISATA-KALITALANG.jpg)