Aktifitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Tinggi, Semalam Luncurkan Lava Pijar 12 Kali

Aktifitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi selama enam jam terakhir. 

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Rabu (20/5/2026) pagi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktifitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi selama enam jam terakhir. 

Tercatat Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 10 kali ke Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1700 meter selama periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB.

"Teramati 10 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1700 meter,"tulis dalam laporan harian Kementrian ESDM yang dikutip dari laman magma.esdm.go.id pada Kamis (21/5/2026).

Kementrian ESDM juga mencatat 17 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-33 mm dan lama gempa 90.15-165.63 detik.

Lalu 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-35 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 28.88-45.97 detik.

Serta1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 51 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 124.1 detik.

Baca juga: Polisi Ungkap Rumah Persembunyian Geng Pelajar Jogja Pernah Dipakai Kasus Geng Bantul

Sementara secara visual, gunung api terlihat jelas. 

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 150 meter dari puncak. 

Cuaca cerah hingga berawan, angin tenang ke arah timur. Suhu udara sekitar 19.3-20.7°C dengan kelembaban 85-91.4 persen. Tekanan udara 872.7-915.1 mmHg.

Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus level III

BPPTKG meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya yang ada, terutama pada sektor-sektor berikut:

  • Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (7 km).
  • Sektor Tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
  • Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Peringatan Penting:

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut.

Selain itu, warga diimbau mewaspadai potensi bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di hulu sungai, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan terus dipantau secara ketat. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau kembali. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved