Pemkab Bantul Belajar Pengelolaan Museum ke Kota Malang
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul "berguru" ke Kota Malang untuk membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap museum.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, MALANG - Menghadapi gempuran era Internet of Things (IoT), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul "berguru" ke Kota Malang untuk membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap museum.
Melalui kunjungan kerja yang dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026), Pemkab Bantul membedah strategi transformasi museum tradisional menjadi ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kekinian dan melek teknologi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, mengakui bahwa angka kunjungan museum secara umum mengalami penurunan di tengah pesatnya perkembangan IoT.
Baca juga: Sri Sultan HB X Akan Luncurkan Pendidikan Khas Kejogjaan secara Menyeluruh pada 4 Mei 2026
Fenomena ini menjadi tantangan besar yang meluas ke berbagai sektor, termasuk kebudayaan.
"Menyikapi hal ini, kami mencoba memberikan kemasan museum yang lebih kekinian. Itulah mengapa kami membangun fasilitas yang menjadi ekosistem ekonomi kreatif," ujar Erik saat menerima kunjungan Pemkab Bantul di Kantor Walikota Malang.
Salah satu terobosan tersebut adalah Malang Creative Center (MCC), sebuah gedung yang diproyeksikan sebagai embrio pengembangan industri kreatif.
Di tempat ini, museum dikonsep ulang dengan sentuhan teknologi, mulai dari edukasi berbasis visual hingga pemanfaatan teknologi tiga dimensi (3D).
Tujuannya agar para pelajar mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan bahwa Bantul memiliki kekayaan sejarah luar biasa berupa rekam jejak Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, yang mewariskan berbagai bangunan serta benda heritage.
Bagi Halim, kebudayaan adalah elemen penting yang tidak terlepas dari akar dan tujuan kehidupan. Namun, ia menyadari bahwa nilai-nilai sejarah tersebut terancam terlupakan jika tidak dikemas secara modern.
"Tantangan terbesar kita hari ini adalah bagaimana membuat museum kembali diminati oleh anak-anak muda. Bukan perkara mudah membangkitkan kesadaran generasi muda untuk mengenal sejarahnya dengan baik di tengah disrupsi teknologi," kata Halim. (nei)
| Pemkab dan DPRD Bantul Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Pelajar di Pandak |
|
|---|
| Atasi Kemiskinan dan Krisis Air Bersih, Pemkab Bantul Usulkan Pembangunan SPAM ke Kementerian PU |
|
|---|
| DPRD Bantul Lakukan Penyesuaian Skema WFH Sekali dalam Seminggu |
|
|---|
| Pemkab Bantul Terapkan Car Free Day to Office, ASN Beralih ke Sepeda |
|
|---|
| Kasus Dugaan Keracunan Menu MBG di Bantul, Operasional Dua SPPG Dihentikan Sementara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Permkab-Bantul-Belajar-Pengelolaan-Museum-ke-Kota-Malang.jpg)