Pemkab Bantul Terapkan Jadwal Angkut Sampah Organik dan Anorganik
Pemkab Bantul terapkan mekanisme program penjemputan pilah sampah organik sebanyak 4 kali seminggu
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Pemkab Bantul terapkan mekanisme program penjemputan pilah sampah organik sebanyak empat kali dalam seminggu dan anorganik sebanyak dua kali dalam seminggu.
- Gerakan itu untuk meningkatkan ketertiban para pelanggan dalam memilah sampah.
- Menurut Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Fenty Yusdayati, total ada 114 petugas dan 38 truk pengangkut sampah yang dikerahkan di 320 titik tempat pengambilan sampah di Bumi Projotamansari.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terapkan mekanisme program penjemputan pilah sampah organik sebanyak empat kali dalam seminggu dan anorganik sebanyak dua kali dalam seminggu.
Gerakan itu untuk meningkatkan ketertiban para pelanggan dalam memilah sampah.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Fenty Yusdayati, mengatakan, total ada 114 petugas dan 38 truk pengangkut sampah yang dikerahkan di 320 titik tempat pengambilan sampah di Bumi Projotamansari.
Sampah yang diambil itu, 90 persen masuk ke TPST Dingkikan dan sisanya ke beberapa tempat pengolahan sampah di Bantul.
"Sebenarnya, kita sudah sosialisasi kepada pelanggan untuk mulai mengambil sampah yang terpilah ini dengan jadwal Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat untuk sampah organik dan Rabu dan Sabtu untuk sampah anorganik," katanya, saat peluncuran program penjemputan pilah sampah di UPTD Kebersihan Persampahan dan Pertamanan DLH Bantul, Senin (4/5/2026).
Lain halnya, untuk pengambilan sampah di pasar. Kata Fenty, pengambilan sampah di pasar memiliki jadwal yang berbeda.
Kemudian, untuk pengambilan sampah liar di bahu jalan masih tetap digencarkan dalam setiap harinya guna mendukung kebersihan lingkungan di Bumi Projotamansari.
Dikatakannya, program penjemputan pilah sampah ini selain meningkatkan ketertiban para pelanggan dalam memilah sampah, program ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi pengambilan sampah.
Artinya, jika saat ini DLH Bantul hanya mampu mengambil 50 ton sampai 60 ton sampah per hari, ke depan diharapkan bisa mengambil sampah secara maksimal yakni 90 ton dan 100 ton sampah per hari.
"Nanti, kami akan melakukan evaluasi setiap minggu akhir. Setiap minggu akhir akan kami kerahkan semua kepala bidang untuk evaluasi program ini, bagaimana hasil pemilahannya. Kalau ada sampah yang sedikit tercampur, kami masih manusiawi lah. Tapi, kalau sampah itu nanti tercampur banyak antara organik dan anorganik ya nanti kita evaluasi," jelasnya.
Fenty yang juga menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bantul ini turut berharap kepada masyarakat maupun seluruh stakeholder untuk aktif melakukan pemilahan sampah.
Pihaknya pun sudah melakukan diskusi dengan para pedagang di pasar, sehingga para pedagang diharapkan perlahan-lahan membiasakan diri dalam mengolah sampah.
Awal gerakan pengambilan sampah
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkab Bantul, Agus Budiraharja, berujar, hari ini menjadi awal pelaksanaan strategi gerakan pengambilan sampah.
Namun, sebelum itu, pihaknya sudah memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui surat edaran dan sebagainya bahwa sampah di level hulu atau produksi mestinya dipilah.
| Limbah SPPG Diduga Cemari Air Sumur di Mangiran, Pemkab Bantul Beri Waktu 10 Hari |
|
|---|
| Genjot PAD, Pemkab Bantul Hadirkan Inovasi Dashboard Pendapatan Real Time |
|
|---|
| UAJY Hadirkan Solusi Nyata di Muja Muju dengan Inovasi Sampah Berbasis Komunitas |
|
|---|
| Komitmen UAD Wujudkan Zero Waste Campus, Olah Sampah Plastik dengan Metode Pirolisis |
|
|---|
| Sekda Bantul Sebut Kinerja ASN yang Jalankan WFH Sekali Seminggu Tetap Termonitor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sekda-Pemkab-Bantul-Agus-Budiraharja-melepas-truk-penjemputan-pilah-sampah-organik.jpg)