Keracunan MBG di Bantul

Sekda DIY Peringatkan Pelaksana Program MBG di Lapangan: Jangan Rusak Upaya Mitigasi Stunting

Sekda DIY memperingatkan secara keras agar kelalaian operasional tidak menghancurkan marwah program yang dirancang untuk mengatasi masalah gizi anak.

Tribun Jogja/HANIF SURYO
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, ditemui di Kompleks Kepatihan, Rabu (15/4/2026). 

Koordinator penerima MBG sekaligus Wakil Kepala SMP Negeri 3 Jetis, NIK, mengonfirmasi bahwa secara rasa, makanan tersebut tidak bermasalah, namun memiliki aroma yang ganjil.

"Katanya, rasa makanan itu enak-enak aja, enggak masalah. Cuma baunya agak sreng (menyengat). Kalau basi sih enggak. Kalau basi kan kita hentikan. Itu cuma agak bau," jelasnya.

Proses distribusi MBG pada hari Senin tersebut menyasar total 713 penerima manfaat (658 siswa dan 55 guru) yang dibagi dalam dua gelombang guna menghindari kerumunan, yakni pukul 10.00 WIB sebanyak 510 paket dan pukul 11.00 WIB sebanyak 203 paket.

Suasana sekolah di SMP Negeri 3 Jetis, Kabupaten Bantul, Rabu (15/4/2026).Siswa yang mengalami gejala keracunan belum masuk sekolah karena masih menjalani pemulihan
Suasana sekolah di SMP Negeri 3 Jetis, Kabupaten Bantul, Rabu (15/4/2026).Siswa yang mengalami gejala keracunan belum masuk sekolah karena masih menjalani pemulihan (Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana)

Sekolah Diliburkan

Kasus ini mulai terungkap pada keesokan harinya, Selasa (14/4/2026), ketika sejumlah siswa melaporkan gejala diare secara beruntun. 

Kondisi sekolah yang menjadi tidak kondusif—dengan banyaknya siswa yang harus bolak-balik ke toilet—membuat pihak sekolah segera meliburkan kegiatan belajar mengajar.

Distribusi MBG pada hari Selasa pun langsung dihentikan secara sepihak oleh sekolah.

Para korban segera dilarikan ke Puskesmas Jetis 2.

Sejauh ini, seluruh korban hanya memerlukan rawat jalan dan kondisinya dilaporkan mulai membaik.

Beberapa guru yang kebetulan sedang menjalankan ibadah puasa sunah terhindar dari insiden ini.

Saat ini, sampel makanan MBG dari hari kejadian telah diamankan dan sedang menunggu hasil uji laboratorium.

Evaluasi Ketat

Evaluasi ketat dan penyelesaian kasus di Bantul ini menjadi krusial mengingat adanya pergeseran fokus kebijakan dari pemerintah pusat. 

Arahan terbaru Presiden RI menekankan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan secara spesifik bagi anak-anak yang mengalami kurang gizi.

Langkah strategis ini sebelumnya telah mendapat respons positif dari kalangan orangtua, termasuk di DIY.

Kebijakan yang lebih terarah ini dinilai jauh lebih efektif untuk pengentasan gizi buruk dibandingkan dengan skema memukul rata pemberian makan gratis kepada seluruh siswa, termasuk anak dari keluarga mampu.

Oleh karena itu, pengawasan di tingkat akar rumput menjadi kunci agar program mitigasi stunting ini tepat sasaran dan aman dikonsumsi.

Respon BGN

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved