Keracunan MBG di Bantul
Sekda DIY Peringatkan Pelaksana Program MBG di Lapangan: Jangan Rusak Upaya Mitigasi Stunting
Sekda DIY memperingatkan secara keras agar kelalaian operasional tidak menghancurkan marwah program yang dirancang untuk mengatasi masalah gizi anak.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Koordinator penerima MBG sekaligus Wakil Kepala SMP Negeri 3 Jetis, NIK, mengonfirmasi bahwa secara rasa, makanan tersebut tidak bermasalah, namun memiliki aroma yang ganjil.
"Katanya, rasa makanan itu enak-enak aja, enggak masalah. Cuma baunya agak sreng (menyengat). Kalau basi sih enggak. Kalau basi kan kita hentikan. Itu cuma agak bau," jelasnya.
Proses distribusi MBG pada hari Senin tersebut menyasar total 713 penerima manfaat (658 siswa dan 55 guru) yang dibagi dalam dua gelombang guna menghindari kerumunan, yakni pukul 10.00 WIB sebanyak 510 paket dan pukul 11.00 WIB sebanyak 203 paket.
Sekolah Diliburkan
Kasus ini mulai terungkap pada keesokan harinya, Selasa (14/4/2026), ketika sejumlah siswa melaporkan gejala diare secara beruntun.
Kondisi sekolah yang menjadi tidak kondusif—dengan banyaknya siswa yang harus bolak-balik ke toilet—membuat pihak sekolah segera meliburkan kegiatan belajar mengajar.
Distribusi MBG pada hari Selasa pun langsung dihentikan secara sepihak oleh sekolah.
Para korban segera dilarikan ke Puskesmas Jetis 2.
Sejauh ini, seluruh korban hanya memerlukan rawat jalan dan kondisinya dilaporkan mulai membaik.
Beberapa guru yang kebetulan sedang menjalankan ibadah puasa sunah terhindar dari insiden ini.
Saat ini, sampel makanan MBG dari hari kejadian telah diamankan dan sedang menunggu hasil uji laboratorium.
Evaluasi Ketat
Evaluasi ketat dan penyelesaian kasus di Bantul ini menjadi krusial mengingat adanya pergeseran fokus kebijakan dari pemerintah pusat.
Arahan terbaru Presiden RI menekankan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan secara spesifik bagi anak-anak yang mengalami kurang gizi.
Langkah strategis ini sebelumnya telah mendapat respons positif dari kalangan orangtua, termasuk di DIY.
Kebijakan yang lebih terarah ini dinilai jauh lebih efektif untuk pengentasan gizi buruk dibandingkan dengan skema memukul rata pemberian makan gratis kepada seluruh siswa, termasuk anak dari keluarga mampu.
Oleh karena itu, pengawasan di tingkat akar rumput menjadi kunci agar program mitigasi stunting ini tepat sasaran dan aman dikonsumsi.
Respon BGN
| Dugaan 80 Orang di Jetis Bantul Keracunan Menu MBG, Kareg BGN DIY Perintahkan Evaluasi Total SOP |
|
|---|
| JPW Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Keracunan Massal di Bantul |
|
|---|
| Update Korban Keracunan MBG di Jetis : Total Korban 80 Orang, Tak Hanya Siswa, Tapi Guru Juga Kena |
|
|---|
| Breaking News : Keracunan MBG Kembali Terjadi di Bantul, 15 Siswa SMP Dilarikan ke Puskesmas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sekda-DIY-Ni-Made-Dwipanti-Indrayanti-ditemui-di-Kompleks-Kepatihan-Rabu-1542026.jpg)