Aris memerinci terdapat enam poin utama yang menjadi fokus tindak lanjut dalam menghadapi musim kering tahun ini.
"Beberapa tindaklanjut pembahasan meliputi melakukan mapping terhadap areal yang rawan kekeringan, inventarisasi dan progres usulan kegiatan peningkatan/rehabilitasi/operasi dan pemeliharaan infrastruktur irigasi, identifikasi titik sumber air atau potensi pengembangan irigasi, identifikasi lokasi yang membutuhkan dukungan irigasi, pembentukan satgas lintas sektor, serta pembagian tugas spesifik sesuai tupoksi untuk antisipasi kekeringan dan menyusun timeline kegiatan antisipasi kekeringan," kata Aris.
Sinkronisasi ini melibatkan berbagai pihak mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Selain staf khusus Menteri Pertanian serta jajaran Direktur di lingkungan Kementerian Pertanian, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), BBWS Pemali Juwana, Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Jawa Tengah dan DIY, hingga kepala dinas pertanian tingkat provinsi dan kabupaten/kota dari kedua wilayah. (*)