Ancaman Kekeringan di DIY, DPKP Siapkan Satgas hingga Mapping Lahan Rawan

BMKG Stasiun Klimatologi Kelas IV DIY memprediksi awal musim kemarau tahun 2026 di wilayah DIY akan dimulai pada akhir April.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Petani beraktivitas di lahan sawah wilayah Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates, belum lama ini. DPP Kulon Progo mengupayakan ketersediaan air irigasi selama musim kemarau. 

Aris memerinci terdapat enam poin utama yang menjadi fokus tindak lanjut dalam menghadapi musim kering tahun ini.

"Beberapa tindaklanjut pembahasan meliputi melakukan mapping terhadap areal yang rawan kekeringan, inventarisasi dan progres usulan kegiatan peningkatan/rehabilitasi/operasi dan pemeliharaan infrastruktur irigasi, identifikasi titik sumber air atau potensi pengembangan irigasi, identifikasi lokasi yang membutuhkan dukungan irigasi, pembentukan satgas lintas sektor, serta pembagian tugas spesifik sesuai tupoksi untuk antisipasi kekeringan dan menyusun timeline kegiatan antisipasi kekeringan," kata Aris.

Sinkronisasi ini melibatkan berbagai pihak mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Selain staf khusus Menteri Pertanian serta jajaran Direktur di lingkungan Kementerian Pertanian, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), BBWS Pemali Juwana, Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Jawa Tengah dan DIY, hingga kepala dinas pertanian tingkat provinsi dan kabupaten/kota dari kedua wilayah. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved