Hadapi El Nino "Godzilla", BPBD Kulon Progo Antisipasi Krisis Air Bersih hingga Potensi Kebakaran

BPBD Kulon Progo mulai bersiap menghadapi musim kemarau tahun ini yang diprediksi akan lebih panjang.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Truk tangki air bersih milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo. BPBD Kulon Progo memastikan kesiapannya dalam menghadapi El Nino "Godzilla" pada musim kemarau tahun ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mulai bersiap menghadapi musim kemarau tahun ini yang diprediksi akan lebih panjang.

Apalagi menurut perkiraan, kemarau tahun ini turut dipengaruhi fenomena El Nino "Godzilla".

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Pemadam Kebakaran Penyelamatan (Damkarmat), BPBD Kulon Progo, Eko Susanto menyampaikan pihaknya terus memantau informasi perkembangan cuaca dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika).

"Sebab sejauh ini sebagai sifatnya hanya prediksi, belum ada laporan riil dari masyarakat," kata Eko dihubungi pada Jumat (24/04/2026).

Laporan yang dimaksud adalah adanya kekeringan atau krisis air bersih dari masyarakat. Laporan disampaikan ke BPBD secara berjenjang melalui kalurahan sampai kapanewon.

Meski belum ada laporan dari masyarakat, Eko memastikan BPBD Kulon Progo sudah memiliki kesiapan dalam menghadapi krisis air bersih.

Setidaknya ada sebanyak 20 tangki air bersih yang disiapkan untuk menangani kekeringan.

"Kami juga mengecek kesiapan bak-bak penampungan air di masyarakat demi memastikan air bersih yang disalurkan bisa dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.

Eko mengatakan nantinya akan ada rapat koordinasi lintas sektor untuk membahas program distribusi atau dropping air bersih.

Termasuk seperti apa kondisi kekeringan yang terjadi hingga pemetaan pada wilayah yang kekeringan.

Selain dari BPBD Kulon Progo, dropping air bersih biasanya juga dilakukan oleh instansi lain seperti Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Baznas, hingga swasta.

Mereka memiliki prosedur sendiri untuk penyaluran, namun titik sasarannya tetap berdasarkan data dari BPBD.

"Sedangkan untuk kekeringan di sektor pertanian, nanti akan ditangani oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yaitu Dinas Pertanian dan Pangan (DPP)," ujar Eko.

Baca juga: Temuan Komnas HAM Dalam Tragedi di Puncak Papua yang Tewaskan 15 Warga

Ia turut memastikan kesiapan personel hingga sarana dan prasarana dari Damkar.

Sebab selama musim kemarau ini, kejadian kebakaran juga berpotensi meningkat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved