Langkah DLHK DIY Atasi Potensi Lonjakan Sampah saat Libur Lebaran 2026
Lonjakan sampah saat periode libur Lebaran 2026 diprediksi berpotensi hingga 50 persen dibanding hari normal.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- DLHK DIY menyiapkan langkah untuk mengantisipasi potensi lonjakan sampah selama masa libur Lebaran 2026.
- Langkah evakuasi disiapkan sebagai respons atas prediksi kenaikan timbulan sampah yang signifikan di wilayah Yogyakarta selama masa libur panjang
- Pemerintah mendesak masyarakat dan wisatawan untuk proaktif mengurangi produksi sampah, salah satunya dengan menekan penggunaan kemasan sekali pakai
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY menyiapkan langkah untuk mengantisipasi potensi lonjakan sampah selama masa libur Lebaran 2026.
Lonjakan sampah saat periode libur Lebaran 2026 diprediksi berpotensi hingga 50 persen dibanding hari normal.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, musim libur panjang berpotensi meningkatkan volume sampah hingga separuh dari kondisi normal.
Sehingga diperlukan penanganan khusus agar tidak terjadi penumpukan, terutama di titik-titik destinasi wisata.
Pemerintah pun mendesak masyarakat dan wisatawan untuk proaktif mengurangi produksi sampah, salah satunya dengan menekan penggunaan kemasan sekali pakai.
Langkah evakuasi disiapkan sebagai respons atas prediksi kenaikan timbulan sampah yang signifikan di wilayah Yogyakarta selama masa libur panjang mendatang.
Tahapan Evakuasi Sampah
DLHK DIY rencananya akan mengambil langkah evakuasi khusus 900 ton sampah ke TPA Piyungan.
Kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo, menjelaskan bahwa skema evakuasi sampah, khususnya yang berasal dari Kota Yogyakarta, akan dilakukan dalam dua tahap utama.
Tahap pertama dilakukan sebelum hari raya, dan tahap kedua dilakukan setelah masa libur berlangsung.
"Evakuasi pra lebaran 450 ton dan pascanya sementara direncanakan juga 450 ton. Jumlah tersebut merupakan perkiraan penambahan timbulan sampah selama libur lebaran. Meski demikian tidak menutup kemungkinan jika timbulan sampah melebihi itu, kuota bisa ditambah. Pascanya baru sementara, melihat kondisi lapangan," ujar Kusno.
Sampah yang berhasil dievakuasi tersebut nantinya akan dibawa ke TPA Piyungan untuk dikelola dengan sistem semi sanitary landfill.
Metode ini diterapkan dengan cara menimbun sampah di lokasi cekung, kemudian memadatkannya, dan menutupnya dengan lapisan tanah secara harian.
Teknik ini bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar lokasi pembuangan.
Pemanfaatan TPA Piyungan untuk evakuasi ini hanya dilakukan pada momentum tertentu seperti musim libur.
| Langkah Pemkot Yogyakarta Antisipasi Kenaikan Kasus Campak, Vaksinasi Jadi Poin Krusial |
|
|---|
| Peluang PSS Sleman Promosi ke Super League, Ansyari Lubis Pilih Fokus di Tiap Pertandingan |
|
|---|
| Oknum Guru Tersangka Pelecehan Siswi SLB di Jogja Tak Ditahan, Pihak Keluarga Kecewa |
|
|---|
| Dewa United vs PSIM Yogyakarta : Prediksi Susunan Pemain dan Ambisi Laskar Mataram |
|
|---|
| Alasan Bupati Sleman Akhirnya Ikuti Arahan Pemerintah Pusat Terkait WFH ASN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sampah-di-Pasar-Giwangan-Jogja-menggunung.jpg)