Bupati Bantul Tanggapi Fenomena Tanah Gerak di Sedayu dan Pajangan

Kejadian tanah gerak itu dinilai bagian dari fenomena geologis yang tidak mungkin bisa dicegah. 

Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menanggapi kejadian gerakan tanah yang terjadi di lima titik Kabupaten Bantul belum lama ini. 

Kejadian tanah gerak itu dinilai bagian dari fenomena geologis yang tidak mungkin bisa dicegah. 

"Itu sesuatu yang tidak kita duga ya terjadi gerakan tanah yang terjadi di beberapa kapanewon. Di spot-spot tertentu, tidak semuanya. Beberapa di antaranya di Kapanewon Sedayu dan Pajangan," katanya, kepada wartawan, di sela-sela tugasnya, Rabu (11/3/2026).

Mitigasi bencana

Halim menyebut kunci terpenting dari kejadian itu adalah bagaimana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tetap menyiapkan mitigasi bencana. Bahkan, sepanjang kejadian itu bisa terukur dan diharapkan selesai di titik itu, maka kehidupan dan aktivitas bisa berjalan terus.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) DI Yogyakarta, Ngatijan Suryo Sutiarso, menegaskan, bahwa setiap developer yang tergabung di asosiasinya selalu diberi pelatihan tentang pembuatan infrastruktur tahan bencana gempa.

"Kemudian, bagaimana cara berinvestasi di perumahan. Bahasa hukumnya itu kan bisnis properti, bisnis legalitas, maka harus tertib untuk urus tentang legalitas sampai selesai. Nah kalau ada di luar itu, ya mungkin tidak sesuai kaidah dengan kami," jelasnya.

Ia pun memastikan bahwa perumahan subsidi yang terjadi gerakan tanah di Kapanewon Sedayu dan Pajangan bukan bagian dari asosiasinya. Sebab, rata-rata anggota asosiasi di DPD REI DIY bergerak dalam bidang perumahan non subsidi. 

"Semua di anggota asosiasi tempat kami sudah mendapatkan pelatihan terkait mekanisme pembangunan perumahan yang tepat. Dan yang terdampak mungkin bukan bagian dari anggota asosiasi kami," tutupnya.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved