Malioboro Steril dari Asongan dan Pengamen Liar saat Libur Lebaran, Ini Langkah Pemkot Yogyakarta
Salah satu fokus yang akan dilakukan Pemkot Yogyakarta adalah sterilisasi Malioboro dari aktivitas pedagang asongan dan pengamen liar.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Kawasan Malioboro akan steril dari pedagang asongan dan pengamen liar saat libur Lebaran 2026 mendatang.
- Itu dilakukan untuk memberikan kenyamanan terhadap pengunjung dan wisatawan yang diprediksi akan membanjiri kawasan ikonik Kota Yogyakarta tersebut.
- Yogyakarta diproyeksikan bakal dibanjiri sebanyak 8,2 juta pergerakan orang selama masa libur Lebaran tahun ini.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kawasan Malioboro akan steril dari pedagang asongan dan pengamen liar saat libur Lebaran 2026 mendatang.
Hal itu dilakukan untuk memberikan kenyamanan terhadap pengunjung dan wisatawan yang diprediksi akan membanjiri kawasan ikonik Kota Yogyakarta tersebut.
Terlebih, Yogyakarta diproyeksikan bakal dibanjiri sebanyak 8,2 juta pergerakan orang selama masa libur Lebaran tahun ini.
Praktis, Pemkot Yogyakarta pun mulai mempersiapkan sejumlah langkah dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan komitmen untuk menjaga ketertiban kawasan Malioboro sebagai destinasi utama.
Steril dari Asongan
Salah satu fokus yang akan dilakukan Pemkot Yogyakarta adalah sterilisasi Malioboro dari aktivitas pedagang asongan dan pengamen liar.
Bukan tanpa alasan, keberadaan asongan dan pengamen liar yang kerap muncul sering dikeluhkan dan mengganggu kenyamanan pengunjung.
"Pergerakan 8 juta itu kan akumulasi, ada yang stay di Yogyakarta, lalu ada yang sekadar lewat. Tetapi, kita harus mencermati arus ini agar kota tetap tertib," tandasnya, Senin (9/3/2026).
Wawan menekankan, Pemkot Yogyakarta tetap memegang teguh aturan penataan kawasan Malioboro yang sudah direalisasikan sedemikian rupa.
Baca juga: Pemda DIY Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik, Ini Sanksi bagi Pelanggarnya
Ia menegaskan, tidak boleh ada pedagang asongan yang nekat berjualan di area pedestrian, mengingat pemerintah telah menyediakan tempat khusus di Teras Malioboro.
"Kami tetap mengharapkan pedagang asongan tidak ada (di jalur pedestrian). Posisi mereka sudah kita tempatkan di Teras Malioboro. Ini semua demi menjaga ketertiban kota kita sendiri, semua ada aturannya," tegasnya.
Langkah ini juga diambil sebagai antisipasi agar insiden-insiden yang berpotensi viral dan mencoreng citra pariwisata Kota Yogyakarta tidak terulang kembali.
Wawan merujuk pada beberapa kasus pedagang makanan yang sempat viral karena ketidaktertiban terhadap peraturan di lapangan.
"Harapannya semua bisa mencari rezeki, kita sangat apresiasi itu. Tapi, ya harus ditata dengan baik, jangan sampai merugikan kenyamanan wisatawan," imbuhnya.
Pengamen Liar
| Spanduk untuk Lurah Garongan Kulon Progo Bermunculan di Tengah Lambatnya Kasus Dugaan Pungli |
|
|---|
| Update Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Senin 18 Mei 2026 Pukul 13.30 WIB |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Belum Bisa Kembali ke Mandala Krida, Ini Langkah Manajemen hingga Respon Wali Kota |
|
|---|
| Penjelasan Epidemiolog UGM Seputar Hantavirus: Risiko Rendah Jadi Pandemi |
|
|---|
| Polda DIY Turun Tangan Asistensi Kasus Shinta Komala di Polresta Sleman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Malioboro-Malam-Hari.jpg)