Pembangunan Dapur SPPG di Banguntapan Dapat Penolakan, Ini Keterangan Warga dan Lurah

Rencana pembangunan dapur SPP) di Jalan Kluwih, Padukuhan Karangbendo, Banguntapan, Kabupaten Bantul mendapatkan penolakan

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
Potret lokasi pembangunan MBG di Jalan Kluwih, Padukuhan Karangbendo, Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Senin (9/3/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Rencana pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Kluwih, Padukuhan Karangbendo, Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta memicu pro kontra.

Ada warga yang mendukung dan ada warga yang menolak.

Salah satu warga bernama Dimas Jerry (46) mengaku secara prinsip pihaknya mendukung program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan oleh pemerintah.

Namun terkait dengan pembangunan dapur SPPG yang berada di samping rumahnya, pihaknya menolak rencana tersebut.

Dimas mengaku ada beberapa hal yang menjadi alasan dirinya menolak rencana pembangunan dapur SPPG tersebut.

Salah satunya terkait dengan tidak adanya sosialisasi kepada dirinya terkait rencana pembangunan itu.

Dimas mengaku awalnya tidak mengetahui kalau rumah yang ada di samping kediamannya mau dijadikan sebagai dapur SPPG.

Sebab, rumah itu sudah sangat lama tidak ditinggali.

"Garis besarnya kan seperti ini. Di sebelah ini (sebelah tempat tinggalnya) ada rumah mangkrak kurang lebih 12 tahun. Jadi, kami sama warga di sebelah ini memang jarang bertemu karena kondisi rumah mangkrak dan segala macam," katanya, kepada Tribunjogja.com, Senin (9/3/2026).

Karena terbengkalai, kata Dimas, warga kemudian berinisitif untuk membersihkan lingkungan rumah yang dibiarkan mangkrak tersebut untuk mencegah supaya tidak menjadi sarang ular dan hewan lainnya.

Kemudian sekitar November 2025 lalu, adik pemilik rumah datang dan menyampaikan rencana untuk membangun usaha di rumah yang dibiarkan mangkrak tersebut.

"Setelah itu saya bilang ya silakan saja kalau mau bikin usaha, cuma izin dan segala macam harus diperhatikan. Kita tahu bahwa lokasi sini sudah padat penduduk dan itu juga ada di jalan buntu. Tiba-tiba pada 5 Januari 2026, saya kembali diundang oleh adik pemilik rumah untuk melaksanakan doa bersama," jelas dia.

Saat acara doa bersama itu, hanya ada empat warga sekitar yang diundang. Pemilik rumah juga tidak memberikan sosialisasi terkait rencana pembangunan dapur SPPG tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Dimas mengaku baru mengetahui bahwa lokasi di sebelahnya akan dibangun dapur SPPG. 

Baca juga: BPKB Elektronik Mulai Berlaku di DIY, Cegah Pemalsuan Dokumen Kendaraan

Perwakilan dari pihak yayasan juga mendatangi rumahnya untuk menyampaikan rencana pembangunan dapur SPPG tersebut.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved