Calon Sekda Sleman Mengerucut Tiga Nama, Tinggal Tunggu Restu Sri Sultan HB X
Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mengeluarkan rekomendasi untuk tiga nama besar calon Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mengeluarkan rekomendasi untuk tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman.
- Tahap berikutnya adalah membawa ketiga nama tersebut ke Kepatihan untuk didiskusikan langsung bersama Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.
- Soal pelantikan, Pemkab Sleman menargetkan Sekda definitif yang baru nantinya sudah bisa dilantik pada 2 Juni 2026.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Teka-teki mengenai pengisi kursi tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sleman mulai mengerucut.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mengeluarkan rekomendasi untuk tiga nama besar calon Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman.
Ketiga nama tersebut kini tinggal menunggu restu dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengungkapkan ada tiga nama yang telah berhasil lolos dari total 11 peserta seleksi.
Mereka adalah Asisten Administrasi Umum Sekda Sleman, Dwi Anta Sudibya; Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Abu Bakar; serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Budi Santosa.
Harda mengakui, masuknya nama Budi Santosa dalam jajaran tiga besar sempat di luar dugaan banyak pihak.
Namun, hal tersebut membuktikan objektivitas sistem baru berbasis manajemen talenta atau talent pool yang turut melibatkan penguji independen dari kalangan akademisi.
"Hasilnya di luar dugaan orang. Mungkin Pak Budi masuk di penilaian akademis. Di situlah apa ya, gunanya akademi untuk ikut membantu (menilai objektif) masuk semuanya teman-teman ini," kata Harda, ditemui Rabu (20/5/2026) petang.
Dibawa ke Sri Sultan HB X
Menurut Harda, saat ini proses administrasi di tingkat pusat telah rampung seiring terbitnya rekomendasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Tahap berikutnya adalah membawa ketiga nama tersebut ke Kepatihan untuk didiskusikan langsung bersama Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.
"BKN sudah oke untuk ketiga nama itu, tinggal saya matur (melapor) ke Ngarso Ndalem. Iya, intinya kan nanti saya matur Ngarso Ndalem mesti nanti didiskusikan berdua."katanya.
Sistem penjaringan berbasis kompetensi yang diterapkan Pemkab Sleman ini juga diklaim telah mendapat apresiasi langsung dari Sri Sultan HB X.
Harda merasa sangat bersyukur karena inovasi birokrasi ini berjalan lancar dan transparan.
Baca juga: Sudah Beroperasi, 72 SPPG di Sleman Terungkap Tanpa SLHS: Masalah Perizinan hingga Kelayakan Dapur
Jadwal Pelantikan
Soal pelantikan, Pemkab Sleman menargetkan Sekda definitif yang baru nantinya sudah bisa dilantik pada 2 Juni 2026.
| Pemkab Sleman Proses Penonaktifan Sementara Lurah Condongcatur Usai Tersandung Kasus TKD |
|
|---|
| Dugaan Malapraktik Balita di RSUD Prambanan, Pemkab Sleman Gandeng IDAI dan PERSI untuk Audit Medis |
|
|---|
| Sri Sultan HB X: Produksi Berkelanjutan Becak Listrik Malioboro Tunggu Masukan Publik |
|
|---|
| Tanggapi Arahan Prabowo soal Reaktivasi Bandara Adisutjipto, Sri Sultan HB X: Belum Ada Komunikasi |
|
|---|
| Gubenur DIY Dorong APJI Jadi Aktor Strategis Kedaulatan Pangan dan Penggerak Inovasi Jasa Boga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bupati-Sleman-Harda-Kiswaya-29122025.jpg)