Tanggapi Arahan Prabowo soal Reaktivasi Bandara Adisutjipto, Sri Sultan HB X: Belum Ada Komunikasi
Sri Sultan HB X juga menegaskan bahwa otoritas penuh terkait operasional dan investasi bandara berada di tangan PT Angkasa Pura.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X angkat bicara mengenai wacana reaktivasi Bandara Adisutjipto, Sleman, untuk penerbangan sipil komersial secara lebih luas.
Menanggapi arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto terkait rencana tersebut, Sri Sultan HB X menilai hal itu memungkinkan, meski hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi dengan Pemerintah Daerah DIY.
Sri Sultan menuturkan bahwa operasional Bandara Adisutjipto pada dasarnya tidak sepenuhnya berhenti, melainkan hanya dibatasi untuk melayani rute penerbangan dari jenis pesawat tertentu.
Sekadar informasi, Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo saat ini dikhususkan untuk penerbangan komersial yang menggunakan pesawat jet berbadan besar dan menengah.
Sedangkan Bandara Adisutjipto dikonsentrasikan untuk melayani aktivitas pesawat baling-baling (propeller) seperti jenis ATR, serta penerbangan militer dan VIP.
Selain itu, Sri Sultan HB X juga menegaskan bahwa otoritas penuh terkait operasional dan investasi bandara berada di tangan PT Angkasa Pura.
"Ya bisa saja. Sekarang kan sudah ada penerbangan juga. Ya, gitu. Ya kan? Hanya masalahnya ketentuannya itu, yang jet itu di bandara yang baru (YIA), yang baling-baling di Adisutjipto, kan gitu. Ya kan? Ya itu kan juga di-maintain sama Angkasa Pura. Ya kan? Jadi yang lebih berhak itu kan Angkasa Pura mau investasi ya di situ, kan," papar Sri Sultan HB X, Rabu (3/6/2026).
Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai tindak lanjut wacana tersebut, khususnya mengenai ada atau tidaknya koordinasi dari pemerintah pusat maupun pihak PT Angkasa Pura kepada Pemerintah Daerah DIY, Sri Sultan HB X menegaskan bahwa sejauh ini belum ada pembahasan resmi.
"Belum, belum ada komunikasi," tegasnya singkat.
Baca juga: Pemkab Sleman Sambut Positif Rencana Reaktivasi Bandara Adisutjipto
Arahan Presiden
Wacana pengaktifan kembali Bandara Adisutjipto mencuat menyusul arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Selain Bandara Adisutjipto di Sleman, DIY, rencana reaktivasi untuk penerbangan sipil komersial ini juga menyasar Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat.
Sebagai informasi, saat ini Bandara Adisutjipto masih beroperasi dengan kapasitas terbatas.
Bandara legendaris ini hanya melayani penerbangan tertentu dengan menggunakan pesawat berukuran kecil hingga menengah (baling-baling).
Sejak beroperasinya YIA di Kulon Progo, sebagian besar jadwal penerbangan komersial reguler di Yogyakarta memang telah dipindahkan dan dipusatkan di bandara baru tersebut guna mengurai kepadatan udara dan meningkatkan kapasitas penumpang.(*)
| Gubenur DIY Dorong APJI Jadi Aktor Strategis Kedaulatan Pangan dan Penggerak Inovasi Jasa Boga |
|
|---|
| Soal Kasus Korupsi TKD Lurah Condongcatur, Sri Sultan HB X: Kalau Didiamkan Saja, Habis Tanahnya |
|
|---|
| Pemda DIY Pertahankan WTP 16 Kali Beruntun, Realisasi APBD 2025 Catatkan Surplus Rp138,84 Miliar |
|
|---|
| Pemkab Sleman Sambut Positif Rencana Reaktivasi Bandara Adisutjipto |
|
|---|
| Tanggapi Instruksi Presiden Prabowo, PGRI DIY Minta Bahasa Perancis Sekadar Jadi Pelajaran Pilihan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Volume-penumpang-di-Bandara-Adisutjipto-meningkat-2-persen-per-November-2025.jpg)