Polisi Ungkap Penyebab Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan Saat Aksi Massa di Mapolda DIY
Buntut dari aksi damai di Mapolda, pada Selasa malam (24/2/2026), tiga mahasiswa sempat diamankan sebelum akhirnya dikembalikan ke pihak rektorat.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Polda DIY mengamankan tiga mahasiswa yang berada di barisan massa anarkis, namun langsung dipulangkan ke rektorat setelah dialog dengan Kapolda pada Selasa malam.
- Aksi solidaritas untuk korban kekerasan di Tual, Maluku, disayangkan berakhir ricuh dengan kerusakan pagar Mapolda, meski situasi akhirnya terkendali berkat bantuan warga.
- Polisi menegaskan tidak ada tembakan gas air mata atau senjata; suara ledakan di lokasi dipastikan berasal dari petasan yang dibawa oleh massa aksi.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ditreskrimum Polda DIY menyayangkan adanya tindakan anarkis saat seruan aksi pernyataan sikap atas meninggalnya bocah 14 tahun di Tual, Maluku karena terkena pukulan oknum Brimob.
Buntut dari aksi damai di Mapolda, pada Selasa malam (24/2/2026) kemarin, tiga mahasiswa sempat diamankan sebelum akhirnya dikembalikan ke pihak rektorat.
Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Idham Mahdi, mengatakan kronologis tiga mahasiswa tersebut sempat diamankan aparat kepolisian di tengah-tengah aksi massa.
Ketika aksi sedang berlangung, tiga mahasiswa itu berada di antara kelompok perusuh, sehingga ada upaya melakukan aksi-aksi yang mengarah pada tindakan anarkis saat penyampaian aspirasi di depan Mapolda DIY
“Karena tiga mahasiswa itu berada di barisan kelompok (perusuh) makanya kami amankan,” katanya, saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).
Idham menjelaskan, seusai diamankan tiga mahasiswa itu diajak berdialog bersama Kapolda DIY dan para pejabat utama (PJU) Polda DIY.
“Setelah kami dialog, kami serahkan ke pihak rektorat masing-masing,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung di depan Mapolda DIY pada Selasa malam berakhir ricuh dan diwarnai pengrusakan pagar sisi timur Mapolda.
Baca juga: Pernyataan Polda DIY dan Kronologi Aksi Unjuk Rasa di Mapolda DIY, Tiga Mahasiswa Telah Dikembalikan
Meski demikian, situasi secara umum dapat dikendalikan oleh warga sekitar dan aparat kepolisian.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda DIY, Kombes Pol Ihsan menyampaikan bahwa pihaknya turut berbelasungkawa atas peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku, yang menjadi latar belakang aksi tersebut.
“Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.
Terkait jalannya aksi, Ihsan menyayangkan unjuk rasa yang awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi harus berakhir ricuh serta disertai pengrusakan fasilitas.
“Kami menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda. Namun secara umum, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat DIY, termasuk unsur Jaga Warga, yang turut bersinergi bersama aparat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
| Mobilitas di Kawasan Malioboro Saat Long Weekend Paskah 2026 Capai Ratusan Ribu Pengunjung |
|
|---|
| Jelang Rangkaian Paskah 2026, Tim Jibom Gegana Polda DIY Sterilisasi 5 Gereja di Kulon Progo |
|
|---|
| Ditlantas Polda DIY Perkirakan 14 Ribu Kendaraan Masuk Tol Purwomartani pada Arus Balik Lebaran |
|
|---|
| Jika Jalan Solo-Jogja Macet Saat Arus Mudik 2026, Sejumlah U-Turn Akan Ditutup |
|
|---|
| Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, DIY Antisipasi Lonjakan Kendaraan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Massa-Aksi-Tulisi-Papan-Nama-Polda-DIY-dengan-Tulisan-All-Copa-Are-Bastrad.jpg)