Sidang Aktivis BEM UNY Perdana Arie

Kebebasan Anaknya Tertunda, Begini Kata Ayah Perdana Arie

Baginya, perselisihan tanggal kebebasan anaknya ini bukan sesuatu yang signifikan. Sebab, yang terpenting bagi dirinya adalah putusan

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
DUKUNG ANAK: Ayah Perdana Arie Putra Veriasa, Thomas Oni Veriasa memberikan keterangan terkait proses hukum yang menimpa putra sulungnya, Perdana Arie Putra Veriasa di Pengadilan Negeri Sleman, Rabu (18/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Thomas Oni Veriasa, ayah dari aktivis BEM UNY Perdana Arie berkomentar pentingnya perbaikan sistem koordinasi agar perhitungannya waktu masa tahanan tidak terjadi selisih.
  • Terkait vonis hakim,Thomas menilai vonis tersebut sebagai bagian dari upaya pemecahan konflik. Hakim dinilai telah mempertimbangkan proses hukuman penjara terhadap Perdana Arie, dan pertimbangan lain termasuk dinamika situasi politik saat ini.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mata Thomas Oni Veriasa menatap lekat ke arah gedung Lapas kelas IIB Sleman, yang berdiri megah berjarak tiga meter di hadapannya, pada Senin (23/2/2026) sore. Di tempat itulah raga anaknya dipenjara. 

Ia yang sedari pagi berharap buah hati bisa bebas hari ini terpaksa harus menelan pil pahit, karena kenyataannya, Perdana Arie harus mendekam satu hari lagi di penjara, karena ada perbedaan perhitungan antara Majelis Hakim dengan pihak Lapas. 

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman menjatuhkan vonis penjara 5 bulan 3 hari dengan dikurangi masa tahanan. Hitung-hitungan Hakim, mahasiswa UNY tersebut bisa langsung bebas. Sebab itu, Hakim memerintahkan agar penuntut umum segera mengeluarkan trdakwa dari tahanan sejak putusan dibacakan.

Perbaiki sistem

Namun, dari perhitungan pihak Lapas, vonis 5 bulan 3 hari dikurangi masa tahanan, sejak Perdana Arie ditangkap pada 24 September 2025 jatuh pada 24 Februari 2026 sehingga akan dibebaskan pada Selasa (24/2/2026) esok. 

"Ke depan mungkin sistem begini harus diperbaiki. Rapat dengan Hakim (agar) perhitungannya mereka juga paham, sehingga tidak ada selisih," kata Thomas. 

Tak ada kata kecewa yang keluar dari mulut Thomas. Namun mata dan gestur tubuhnya tampak tidak baik-baik saja. Alih-alih mengungkapkan kekecewaan hatinya, ia justru mengaku tidak apa-apa. Baginya, perselisihan tanggal kebebasan anaknya ini bukan sesuatu yang signifikan. Sebab, yang terpenting bagi dirinya adalah putusan dari Majelis Hakim bisa dijalankan. 

"Cuma mungkin ini jadi pembelajaran bersama ya. Perbedaan ini harus diperbaiki dengan prosedur yang sama (perhitungannya)," ucap dia. 

Tak Bisa Temani Kebebasan Arie 

Thomas mengaku pada Selasa (24/2) esok,- tepat di hari kebebasan anaknya,- tak bisa menjemput. Karena harus terbang pulang ke Bogor, Jawa Barat. Pesawatnya terbang Selasa pagi. Penjemputan rencananya akan digantikan sang Ibu bersama teman-teman Perdana Arie

"Saya harus pulang ke Bogor besok. Nanti temen-temen (yang jemput). 
Sama ibunya (Perdana Arie). Gantian," kata dia. 

Terkait vonis hakim,Thomas menanggapi vonis tersebut sebagai bagian dari upaya pemecahan konflik. Melalui putusan tersebut, Hakim dinilai telah mempertimbangkan proses hukuman penjara terhadap Perdana Arie, dan pertimbangan lain termasuk dinamika situasi politik saat ini. 

"Kalau saya melihat putusan hakim ini win win solution," kata dia.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved