Sidang Aktivis BEM UNY Perdana Arie

Perdana Arie Ceritakan Kesehariannya Selama di Penjara, Isi Waktu Luang dengan Baca Buku

Perdana Arie mengaku banyak mengisi waktu luang berbincang dan membaca buku selama berada di Lapas Kelas IIB Sleman

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
BEBAS - Perdana Arie saat kali pertama keluar dari Lapas Kelas IIB Sleman atau dikenal Lapas Cebongan, Selasa (24/2/2026). Arie menghirup udara bebas setelah divonis penjara 5 bulan 3 hari dikurangi masa tahanan seluruhnya, atas kasus dugaan pembakaran tenda polisi saat demontrasi akhir Agustus 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Aktivis UNY, Perdana Arie, menceritakan kesehariannya selama di dalam Lapas Kelas IIB Sleman
  • Ia mengaku lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca buku
  • Selama di dalam penjara, ia pun mengaku tak mendapatkan intimidasi, baik dari sipir maupun tahanan lainnya

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aktivis BEM UNY, Perdana Arie, menceritakan kesehariannya selama berada di balik jeruji besi.

Hal itu ia ungkapkan seusai resmi bebas dari penjara, Selasa (24/2/2026) pagi.

Seperti diketahui, Perdana Arie harus ditahan di Lapas Kelas IIB Sleman atau Lapas Cebongan atas dugaan dugaan pembakaran tenda polisi di Mapolda DIY dalam aksi demontrasi tanggal 29 Agustus 2025 lalu.

Kebebasan Arie setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman memvonis hukuman penjara 5 bulan 3 hari.

Putusan ini sempat diwarnai drama jeda sehari, karena Hakim memerintahkan agar Arie segera dikeluarkan dari tahanan.

Dan pada Selasa (24/2/2026) pagi, Perdana Arie pun akhinrya resmi menghirup udara bebas di luar jeruji besi.

Kebebasan Arie pun disambut tim advokat Bara Adil dan teman-teman seperjuangannya. 

"Yang pasti lega. Bersyukur saya, bisa bebas. Apalagi saya juga rindu keluarga, teman-teman juga," kata Arie, yang keluar dari tahanan hanya mengenakan kaus oblong dan celana pendek. 

Keseharian di Lapas 

Setelah resmi bebas dari jeruji besi, Perdana Arie pun membagikan sedikit cerita terkait kesehariannya selama di Lapas.

Selain mengikuti kegiatan olahraga dan ibadah yang diselenggarakan Lapas, Perdana Arie mengaku banyak mengisi waktu luang berbincang dan membaca buku.

Ia menjadikan perpustakaan penjara sebagai tempat pelariannya untuk refleksi diri.

"Kalau saya sendiri, selain mengikuti kegiatan di lapas seperti olahrga dan ibadah, saya menyempatkan membaca buku. Sama ngobrol-ngobrol dengan tahanan lain," kata Arie, ditemui setelah keluar dari Lapas IIB Sleman, pada Selasa (24/2/2026). 

Buku yang dibaca pun beragam. 

Namun ia mengaku selama 5 bulan 3 hari di balik jeruji besi, mahasiswa UNY itu berhasil menyelesaikan judul buku 'Sejarah Pangeran Diponegoro; Negara dan Hegemoni Antonio Gramsci' dan beberapa novel. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved