Ledakan Kembang Api Hanguskan Rumah di Caturtunggal Sleman, Dua Motor Terbakar

Akibat ledakan dan kobaran api, bangunan beserta seluruh aset di dalamnya ludes tak bersisa.

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Hanif Suryo
KEBAKARAN: Kondisi rumah yang hangus terbakar di Padukuhan Blimbing Sari, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Sabtu (21/2/2026). Kebakaran diduga dipicu ledakan kembang api yang tersimpan di dalam rumah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun satu unit rumah beserta dua sepeda motor dan seluruh isinya ludes terbakar. 

Ia pun turut mengapresiasi respons cepat petugas.

"Saya mengucapkan terima kasih sekali kepada Damkar UGM yang selalu siap siaga terhadap padukuhan kita, ya, Padukuhan Blimbing Sari. Akhirnya bisa terkondisikan, rumah bisa dipadamkan apinya," ujarnya.

Damkar terjunkan armada penuh

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Sleman bersama Damkar UGM menerjunkan armada penuh untuk menjinakkan si jago merah. 

"Untuk hari ini, tanggal 21 ya. Untuk pemadaman di daerah Blimbing Sari. Untuk tim personel dari Damkar Sleman dibantu oleh Damkar UGM beserta masyarakat. Untuk armada, kita melibatkan tiga armada. Dan untuk air, habis tiga tangki. Untuk estimasi pemadaman, kita butuh waktu hampir satu jam," jelas Petugas Damkar Sleman, David Iqbal.

Ia juga mengonfirmasi skala kerusakan struktural dan dugaan awal penyebab kebakaran

Tidak ada korban jiwa

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Dan untuk kerugian, belum bisa kita perkirakan berapa habisnya. Karena untuk insiden ini, satu bangunan rumah habis. Untuk kendaraan, ada dua sepeda motor (yang terbakar). Kalau penyebab utamanya kita belum tahu, belum dilihat secara langsung. Tapi sepertinya dari keterangan warga, penyebabnya dari kembang api. Karena yang punya rumah ini berjualan kembang api," ujarnya. 

Meski api berhasil dipadamkan, operasi ini mengungkap kerentanan klasik tata ruang permukiman perkotaan sulitnya akses bagi kendaraan darurat darat.

"Untuk kesulitan, alhamdulillah cuma masalah akses jalan. Karena ini akses jalannya kecil, jadi truk besar kita tidak bisa masuk. Dan untuk akses air juga agak sulit," pungkas David.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved