Dinkes Kulon Progo dan PDPI DIY Manfaatkan CKG untuk Deteksi Dini TBC, Sasar Ratusan Warga

Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih menjelaskan CKG kali ini difokuskan untuk deteksi dini kasus Tuberkulosis atau TBC.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
CEK KESEHATAN: Salah satu warga saat menjalani pemeriksaan dalam Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Wates, Kulon Progo, Rabu (20/05/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Dinkes Kulon Progo menggelar cek kesehatan gratis untuk deteksi dini TBC dengan pemeriksaan paru dan rontgen bagi 428 peserta.
  • Kasus TBC di Kulon Progo terus meningkat, dengan 144 kasus tercatat sejak Januari hingga Mei 2026.
  • Masyarakat diimbau rutin memeriksakan kesehatan paru karena deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan penyakit paru dan TBC.

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Wates pada Rabu (20/05/2026). Pelaksanaan CKG ini bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) DIY.

Deteksi TBC

Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih menjelaskan CKG kali ini difokuskan untuk deteksi dini kasus Tuberkulosis atau TBC.

"Kami menyasar sebanyak 428 peserta, di mana mereka diperiksa kondisi kesehatan paru-parunya serta menjalani pemeriksaan rontgen," ujarnya.

Susilaningsih mengatakan TBC masih menjadi perhatian mengingat jumlah kasusnya di Kulon Progo terus naik. Pada 2024 lalu tercatat 381 kasus dan di 2025 meningkat.

Sedangkan di 2026 ini, sejak Januari hingga Mei sudah ditemukan sebanyak 144 kasus TBC. Alhasil, kasus TBC masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat sehingga dibutuhkan perhatian serius.

"Lewat CKG ini, kami mengupayakan adanya penemuan kasus aktif atau Active Case Finding (ACF)," kata Susilaningsih.

Gejala

Gejala TBC seperti batuk selama lebih dari 2 minggu, demam berkepanjangan, penurunan berat badan, berkeringat di malam hari, hingga mudah lelah.

Masyarakat Kulon Progo pun didorong untuk melakukan pemeriksaan dini agar penanganannya bisa lebih cepat dan tepat jika diketahui positif TBC.

Menurut Susilaningsih, penderita TBC bisa sembuh total asalkan rutin mengonsumsi obat secara teratur dan sampai tuntas. Itu sebabnya, warga Kulon Progo diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan TBC, serta menghilangkan stigma negatif pada para penderitanya.

"Lewat berbagai upaya, diharapkan target eliminasi TBC tahun 2030 bisa tercapai demi mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas TBC," jelasnya.

Bahaya penyakit paru

Mewakili PPDI DIY, Dokter Spesialis Paru Huda Nur Rakhman mengatakan penyakit paru menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia. Tiga penyakit yang sering dijumpai pada paru-paru adalah Penyakit Paru Obstruktif Kronik, Kanker Paru, dan TBC.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami faktor risiko, tanda awal, maupun pentingnya deteksi dini dari 3 penyakit paru itu. Kondisi ini menyebabkan sering terjadinya keterlambatan diagnosis sehingga pasien datang dalam kondisi sudah stadium lanjut.

"Angka kesembuhan menjadi lebih rendah dan biaya pengobatan yang dikeluarkan menjadi lebih tinggi," jelas Huda yang menjadi dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nyi Ageng Serang Sentolo ini.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved