Mytin Bertahan Tinggal Sendiri di Rumah Warisan Keluarga yang Atapnya Rusak

Mytin menuturkan bahwa rumah itu merupakan peninggalan neneknya, lalu diteruskan ke kedua orang tuanya. Ia pun menjadi penghuni terakhir

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
BANTUAN: Mytin Prastika saat menjelaskan kondisi rumah warisan orang tuanya di Padukuhan Gadingan, Kelurahan Wates, Kapanewon Wates, Kulon Progo, Selasa (09/06/2026). Rumah itu mendapat bantuan rehabilitasi dari Baznas Kulon Progo. 

Ringkasan Berita:
  • Mytin Prastika, warga Wates yang tinggal sendiri di rumah warisan orang tuanya, menerima bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni dari Baznas Kulon Progo.
  • Rumah yang ditempatinya mengalami kerusakan parah, mulai dari atap bocor hingga dinding anyaman bambu yang sudah usang.
  • Bantuan senilai Rp20 juta akan digunakan untuk memperbaiki atap dan mengganti dinding rumah agar lebih layak huni.

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Mytin Prastika (31), menjadi salah satu warga penerima bantuan stimulan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulon Progo pada Selasa (09/06/2026). Bantuan itu merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo.

Mytin pun sempat memperlihatkan rumah yang ia tempati sendirian setidaknya selama 3 tahun terakhir. Sejak ayahnya meninggal dunia.

"Sekarang ini saya yatim-piatu, ibu saya berpulang saat saya masih kelas 2 SMA, sedangkan ayah meninggal dunia 3 tahun lalu," kata perempuan yang tinggal di Padukuhan Gadingan, Kelurahan Wates, Kapanewon Wates ini.

Rumah peninggalan orang tua

Mytin menuturkan bahwa rumah itu merupakan peninggalan neneknya, lalu diteruskan ke kedua orang tuanya. Ia pun menjadi penghuni terakhir yang masih menempati rumah yang sudah cukup berumur itu.

Sebab adiknya yang juga perempuan sudah menikah dan kini ikut suaminya tinggal di Madiun, Jawa Timur. Namun ia tidak sepenuhnya sendirian, sebab kerabatnya tinggal bersebelahan dengan rumah yang ia tempati.

"Jadi sebenarnya tidak benar-benar sendirian, masih ada saudara yang tinggal di sini juga," jelas Mytin.

Atap bocor dan dinding anyaman bambu rusak

Rumah berbentuk joglo tersebut kini kondisinya cukup memprihatinkan. Seperempat atapnya sudah jebol, sedangkan sebagian temboknya yang terbuat dari anyaman bambu juga mulai usang dan rusak.

Mytin bercerita bahwa rumah itu kerap bocor saat hujan deras, bahkan membuat kamarnya kebanjiran. Alhasil, ia kini harus mengungsi sementara di rumah depannya, yang juga masih milik keluarga.

"Sudah pernah coba diperbaiki, tapi ya bocor lagi," kata perempuan yang kini bekerja sebagai karyawan swasta ini.

Mytin sendiri tidak pernah mengajukan usulan untuk bisa mendapatkan bantuan perbaikan rumahnya. Namun rupanya, Ketua RT setempat sudah mengajukan usulan ke Pemkab Kulon Progo agar rumah warisan orang tua milik Mytin direhabilitasi.

Mytin pun akhirnya langsung menerima kabar bahwa ia menjadi salah satu penerima bantuan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB). Bantuan stimulan yang ia terima nilainya mencapai Rp 20 juta.

"Saya sangat bersyukur dan senang sekali bisa mendapat bantuan ini," ujarnya.

Perbaikan

Mytin berencana membenahi tembok hingga atap rumah tersebut agar lebih layak ditempati. Seperti menggantikan dindingnya dari bahan anyaman bambu menjadi tembok permanen yang terbuat dari susunan bata.

Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Baznas Kulon Progo, Sugiyanto menjelaskan jika Mytin merupakan penerima bantuan bersifat insidentil. Sebab ada sejumlah pertimbangan khusus yang membuatnya bisa menerima bantuan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved